Mahyeldi: Ekonomi Syariah dan Minangkabau Dua Sisi tak Terpisahkan

Ekonomi- 27-07-2022 20:02
bersama Kepala Perwakilan BI Sumbar Wahyu Purnama melepas anak panah pertanda diresmikan Festival ekonomi syariah Minangkabau 2022 di di Aula Kantor Perwakilan BI Sumbar, Rabu (27/7). (Dok : Istimewa)
bersama Kepala Perwakilan BI Sumbar Wahyu Purnama melepas anak panah pertanda diresmikan Festival ekonomi syariah Minangkabau 2022 di di Aula Kantor Perwakilan BI Sumbar, Rabu (27/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Ekonomi syariah dan Minangkabau adalah dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Keduanya saling menguatkan.

Sebab itu, amanah dari Presiden menjadikan Sumbar sebagai provinsi terdepan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, harus dijawab dengan berbagai langkah dan pencapaian.

"Saya serius, berbagai upaya telah Pemprov Sumbar lakukan di antaranya mengupayakan ekosistem industri halal. Jalin komunikasi dengan berbagai pihak, selain itu kita juga telah membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumbar dan penyusunan peraturan gubernur tentang ekonomi dan keuangan syariah," kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam opening ceremony Festival Ekonomi Syariah Minangkabau (Fesmina) 2022, di Aula Kantor Perwakilan BI Sumbar, Rabu (27/7).

Baca Juga

Peresmian Fesmina 2022 yang digelar di Bank Indonesia dan Transmart pada 27 hingga 30 Juli tersebut, ditandai dengan pelepasan anak panah oleh Mahyeldi bersama Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama.

Pada kesempatan itu juga diserahkan Sertifikat Layak Halal kepada 20 UMKM yang telah difasilitasi oleh Bank Indonesia Sumatera Barat untuk mendapatkan Sertifikat Layak Halal.

Mahyeldi mengapresiasi digelarnya kembali Fesmina 2022, dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat.

Di mana pada perhelatan sebelumnya telah sukses menjadikan Sumbar ditunjuk sebagai daerah pilot project wakaf dan ekonomi syariah di tanah air.

"Kami berharap, Fesmina 2022 berjalan lancar dan semakin menguatkan dan memudahkan upaya strategis yang dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan niat mulia menjadi provinsi terdepan dalam ekonomi dan keuangan syariah," harapnya.

Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama mengatakan Festival Ekonomi Syariah Minangkabau 2022, upaya meningkatkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sumbar yang sudah digelar sejak 2021.

"Fesmina 2022 juga bagian dari Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Sumatera mengusung tema "Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Sumatera untuk Memperkuat Pemulihan Ekonomi Sumatera yang Inklusif," ucapnya.

Ia mengatakan Fesmina akan menjadi agenda rutin tahunan pengembangan Ekonomi Syariah BI Sumbar. Pada tahun ini, pelaksanaan Fesmina akan diadakan di dua tempat yaitu BI dan Transmart Padang pada 27-30 Juli 2022.

Fesmina terdiri tiga kegiatan utama yaitu kegiatan pembukaan, forum ekonomi syariah dan pameran ekonomi syariah. Kegiatan forum ekonomi syariah diadakan secara luring dengan tema "Sinergitas dan Koordinasi dalam Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Pemberdayaan Usaha Syariah".

Kemudian juga digelar workshop terkait brainstroming Pengembangan Ekosistem Bisnis Hebitren dan Penguatan Kelembagaan Peran serta Pesantren dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.

Lalu Mini Fair, menampilkan 25 UMKM Syariah Binaan BI Sumbar terdiri atas fashion, food dan kriya di lantai 1 Transmart Padang.

Selain itu, booth juga akan diisi oleh lembaga keuangan syariah, lembaga keuangan non bank syariah dan lembaga filantrophy pemberdayaan ZIswaf.

Berikutnya ada penjualan langsung produk UMKM sebagai alternatif promosi dalam rangka meningkatkan penjualan serta pertemuan bisnis dalam rangka meningkatkan penjualan produk UMKM.

Fesmina 2022 juga menyelenggarakan berbagai perlombaan yang nantinya pemenang di setiap perlombaan akan mewakili Sumbar di tingkat Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera di Aceh.

Yaitu pemilihan lembaga ZISWAF terbaik di Sumbar, pemilihan wirausaha muda berbasis Syariah, lomba kreasi busana muslim dengan menggunakan kain daerah, lomba video kesenian tari Islami, lomba MTQ, lomba kaligrafi, lomba Pondok Pesantren Unggulan dan lomba nasyid.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi gambaran upaya bersama Bank Indonesia dan Pemprov Sumbar dalam meningkatkan dan mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sumbar," kata Wahyu. (*)

Komentar