Syarifuddin: Perlu Ada Tindakan Tegas dari Institusi Pendidikan

Metro- 31-07-2022 14:40
Ilustrasi aksi tawuran antar pelajar. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi aksi tawuran antar pelajar. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Ketua Dewan Pendidikan Sumbar, Dr. Syarifuddin, S.Pd, M.Pd, sangat menyayangkan aksi tawuran para siswa di salah sekolah menengah atas atau sederajat yang terjadi di Kota Padang beberapa hari lalu.

Tidak itu saja, dia juga meminta harus ada tindakan tegas dari institusi pendidikan terkait pelaku tawuran ini.

"Dikhawatirkan, aksi ini akan jadi trend bagi siswa lain yang memang sedang mencari identitas diri mereka. Aksi tawuran ini bukan hanya terjadi di SMK saja, namun bisa juga melebar di SMA," ungkap Syarifuddin ketika dihubungi Arunala.com , Minggu siang (31/7).

Baca Juga

Syarifuddin juga tidak menampik bahwa dengan adanya aksi tawuran itu membuat sejumlah siswa merasa khawatir pergi sekolah saat ini.

"Untuk diketahui, kita sudah mulai terbesar dari Covid-19. Seiring dengan itu, semangat orang tua, siswa mulai tumbuh dengan luar biasa, tapi dengan adanya kejadian tawuran ini, jadi kekhawatiran baru bagi orang tua dan siswa itu. Tapi setelah aksi tawuran yang dilakukan pelajar yang sempat viral apalagi gunakan senjata tajam mau tak mau akan mempengaruhi semangat belajar para siswa lainnya," tukasnya.

Dia menambahkan, kejadian aksi tawuran yang terjadi beberapa hari lalu itu seharusnya sudah jadi catatan bagi pendidikan Sumbar, mengingat di daerah atau provinsi lain tidak ada lagi kejadian tawuran seperti itu.

Dia mencontohkan, di DKI Jakarta, sudah punya tindakan tegas bagi para pelaku tawuran.

Semuanya tidak diberi kesempatan, apakah itu bantuan, tunjangan segala macam bagi mereka-mereka pelaku tawuran.

Bahkan, lanjutnya, pihak sekolah juga harus tegas memberi sanksi kepada mereka yang lakukan aksi tawuran.

"Itu yang saya harapkan, hal seperti itu bisa juga dilakukan bagi dunia pendidikan di Sumbar, terlebih bagi institusi pendidikan," ucap Syarifuddin.

Menyinggung aksi tawuran itu, Syarifuddin mengharapkan kepala sekolah bersangkutan harus segera menyikapi dengan tegas kalau terkait dengan kasus tawuran itu.

"Kalau tidak mampu, kalau kepala ikan yang bermasalah, ya kepala ikannya dicopot," sebut Syarifuddin menganalogikan.

Dia sangat setuju dengan analogi yang disampaikannya itu, karena hal tersebut bisa jadi perhatian bagi kepala sekolah yang lain untuk tidak menganggap aksi tawuran yang dilakukan para peserta didiknya sebagai sesuatu yang biasa.

Terus terang, ia juga menyayangkan adanya aksi tawuran antarpelajar itu. Karena Sumbar yang terkenal dengan religiusitas dan mutu pendidikannya.

Kemudian ia bersama anggotanya di Dewan Pendidikan Sumbar, akan gelar rapat bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar untuk memberikan masukan-masukan terkait upaya antisipasi aksi tawuran pelajar ini, sekaligus mencari solusinya.

"Direncanakan, minggu depan saya bersama teman-teman yang semuanya berjumlah 13 dari Dewan Pendidikan Sumbar, akan rapat bersama Disdik Sumbar dan beberapa elemen terkait untuk membahas hal yang terjadi itu," ucapnya.

Terakhir, Syarifuddin tidak lupa minta dukungan media untuk terus berikan dorongan agar pemerintah daerah untuk serius menyikapi aksi tawuran antarpelajar ini.

"Kita tahu, sekolah itu sebetulnya tempat untuk membentuk karakter, jadi ini menjadi kepentingan semua pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, termasuk sekolah sendiri," pungkas Syarifuddin.

Komentar