Audy Minta Pelaku UMKM di Sumbar Terapkan Digitalisasi

Metro- 17-07-2022 09:22
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy melihat hasil karya produk UMKM yang dilaksanakan Balitbang Sumbar di aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu, (16/7). (Dok : Istimewa)
Wagub Sumbar, Audy Joinaldy melihat hasil karya produk UMKM yang dilaksanakan Balitbang Sumbar di aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu, (16/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Bukittinggi, Arunala - Pemprov Sumbar terus aktif memberdayakan UMKM di Sumbar dan merangkul pengusaha muda yang ingin berkembang dan memiliki brand sendiri.

Upaya yang dilakukan itu berkaitan dengan keinginan pemprov mewujudkan program 100 ribu milenial entrepreneur dan women enterpreneur sebagai pelaku ekonomi kreatif,

"Entrepreneur bukan hanya bertujuan mendorong masyarakat dari nol menjadi pengusaha, namun juga suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan dan mencari peluang dari masalah yang dihadapi," ungkap Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy ketika jadi keynote speaker pada acara Diseminasi Hasil Kelitbangan yang dilaksanakan Balitbang Sumbar di aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu, (16/7).

Baca Juga

Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dari Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumbar bersama mitranya dalam rangka seminar kewirausahaan.

"Entrepreneur adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan dan mencari peluang dari masalah yang dihadapi oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Diakui Audy, UMKM merupakan sektor yang strategis dan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional, tak terkecuali di Sumatera Barat. Posisi strategis UMKM di Sumbar ini didorong oleh eksistensinya yang dominan, baik dari segi jumlah, serta serapan tenaga kerja yang juga cukup besar.

Ia mengatakan, Sumbar saat ini memiliki 580 ribu unit usaha mikro dan kecil. 98,8 persen diantaranya berasal dari usaha non pertanian dan mampu menyerap 1,29 juta tenaga kerja (87,57 persen tenaga kerja dari sektor non pertanian).

Jumlah yang besar itu tentu menyimpan potensi yang besar pula. Oleh karena itu, Pemprov Sumbar secara kontiniu terus melakukan upaya-upaya peningkatan kapasitas pengusaha, maupun kapasitas usaha UMKM yang dimiliki masyarakat.

"Sehingga UMKM mampu menangani berbagai permasalahan dan tantangan dunia usaha. Salah satunya melalui digitalisasi," kata Audy.

Menurutnya, Digitalisasi membuka pasar yang besar dan menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan UMKM untuk memasarkan produknya. Ditambah sejak pandemi banyak kegiatan masyarakat yang bisa dilakukan secara daring dari rumah.

"Apalagi sekarang hampir 74% penduduk Indonesia menggunakan Internet. Jadi digitalisasi harus menjadi salah satu strategi UMKM untuk memasarkan produk, melalui marketplace atau platform-platform e-commerce," lanjutnya lagi.

Lebih lanjut Audy mengapresiasi Badan Penelitian dan Pengembangan bekerja sama dengan BKOW Sumbar untuk mengadakan diseminasi hasil Kelitbangan tersebut. Diharapkan dengan diadakannya acara ini, pelaku UMKM mampu untuk menghadapi tantangan global.

Audy sangat berharap, melalui diseminasi Kelitbangan ini, dapat meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan SDM, serta pemanfaatan teknologi dan perluasan pasar, sehingga menambah nilai jual produk UMKM dan mampu bersaing dengan produk asing yang membanjiri Tanah Air.

Sementara itu, Kepala Balitbang Prov. Sumbar Reti Wafda mengatakan, faktor yang mempengaruhi ketahanan UMKM di sektor industri, Salah satunya nilai-nilai kerja yang dimiliki UMKM.

"Kalau dari nilai budaya kerja kita sangat bagus 4,29 dari skor satu sampai lima, namun resourcefulness, yaitu sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan usaha inovatif masih rendah skornya hanya 2,49," katanya.

Ketua Umum BKOW Sumbar, Fitria Amalia Audy mengatakan, 59 organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW mendukung penuh berbagai program pemerintah dalam pengembangan UMKM tersebut.

"BKOW mendukung visi pemerintah dalam memajukan dan mendampingi pengembangan UMKM, apalagi berdasarkan survey Bank Dunia, sebanyak 64.55 UMKM dimiliki oleh kaum perempuan." katanya.

Komentar