Menteri KKP Kampanyekan Road To Bulan Cinta Laut

Metro- 21-08-2022 16:38
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyerahkan hadiah pemenang turnamen Fotografi dan Videografi Bawah Air, Minggu (21/8). Turut dihadiri Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti. (Dok : Istimewa)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyerahkan hadiah pemenang turnamen Fotografi dan Videografi Bawah Air, Minggu (21/8). Turut dihadiri Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar puncak acara Exploring Mandeh: Road To Bulan Cinta Laut (BCL) di Pantai Purus, Kota Padang, Minggu (21/8).

Selain, meresmikan Gapura Kampung Tematik Elo Pukek yang dilanjutkan dengan menarik pukek bersama para nelayan juga dilangsungkan aksi bersih-bersih sampah.

Ratusan orang tumpah ruah di lokasi acara menyaksikan langsung kegiatan yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Anggota DPD RI, Emma Yohana, Wali Kota Padang, Hendri Septa, Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti dan Pemkab Pesisir Selatan, jajaran Eselon I KKP, dan lainnya.

Baca Juga

Membuka acara, Menteri Trenggono meresmikan Gapura Kampung Tematik Elo Pukek yang dilanjutkan dengan menarik pukek bersama para nelayan di Pantai Purus.

Maelo pukek dinilai efektif sebagai beach cleaner khususnya untuk sampah-sampah plastik yang berada di wilayah perairan pantai, selain tujuan utamanya menangkap ikan.

"Maelo pukek adalah kearifan lokal yang harus kita jaga dan lestarikan karena ini budaya turun temurun. Bagaimana maelo pukek bisa kembali seperti masa jayanya, karena kearifan lokal itu mempertimbangkan keseimbangan alam juga. Saya sudah minta jajaran di KKP menggerakkan ini agar kearifan lokal bisa dibantu sehingga berkembang dengan baik. Ini menandakan kepedulian kita bahwa kesehatan laut sangat penting," ungkap Menteri Trenggono.

Di lokasi serupa juga digelar aksi bersih-bersih sampah, melibatkan ratusan orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Para peserta datang dari lintas kalangan seperti pelajar, perwakilan pemerintah daerah, TNI/Polri, pegiat lingkungan, hingga masyarakat nelayan.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan spektakuler group drumband Politeknik KP Pariaman.

Menteri Trenggono menambahkan, kegiatan bersih-bersih laut dari sampah sebelumnya juga dilakukan di Perairan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, oleh peserta Turnamen Fotografi dan Videografi Bawah Air Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut, bersama tim Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Saya mengapresiasi ide underwater clean up ini, dan saya perintahkan kepada jajaran agar yang telah dilakukan di Mandeh-Sumbar ini menjadi role model bagi daerah lain. Sehingga tidak hanya permukaan saja yang bersih dari sampah, tapi dalam lautnya juga," papar Trenggono.

Puncak acara Exploring Mandeh Road To Bulan Cinta Laut juga diisi Pameran BCL Corner yang menghadirkan potret upaya komprehensif yang dilakukan KKP, NGO maupun komunitas untuk meningkatkan kesehatan laut.

Kemudian pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang turnamen Fotografi dan Videografi Bawah Air untuk tiga kategori yakni Video Kreatif, Foto Makro, dan Wide Angle, serta Juara Umum.

Pelaksanaan pengambilan gambar dilakukan pada 17 dan 18 Agustus 2022 di perairan Mandeh dengan objek bangkai Kapal MV Boelongan Nederland yang tenggelam 100 tahun lalu, serta biota laut di sekitaran Pantai Cubadak. Rangkaian kegiatan Exploring Mandeh: Road To Bulan Cinta Laut sebagai bagian dari countdown pelaksanaan Kick Off Bulan Cinta Laut dimana nantinya akan diresmikan secara nasional dalam waktu dekat.

Acara ini juga untuk membantu mempromosikan potensi wisata bahari di Sumbar untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemilihan Sumbar sebagai lokasi untuk Road To BCL tidak lepas dari pertimbangan Ranah Minang sebagai daerah pesisir yang memiliki banyak potensi kelautan dan perikanan. Belum lagi, KKP juga memiliki sejumlah program penting di Sumbar, di antaranya kampung budidaya maupun kampung nelayan maju di Sumbar," harapnya.

Ditambahkan Kadis Kelautan dan Perikanan Sumbar, Desniarti, Program Bulan Cinta Laut (BCL) dirancang khusus untuk mengentaskan persoalan sampah plastik di laut. Program BCL ini digagas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.

"Tak sekadar mengajak masyarakat membersihkan sampah di pantai, namun mendorong nelayan untuk mengambil sampah di laut dan hasilnya akan dikonversi sesuai harga terendah ikan saat itu," ungkapnya. (*)

Komentar