Dies Natalis ke-66, Unand Terus Perkuat Riset Inovasi

Metro- 13-09-2022 20:03
Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH saat memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-66 di Convention Hall Unand, Selasa (13/9). (Foto : Fajril)
Rektor Unand Prof Dr Yuliandri SH MH saat memberikan sambutan pada Dies Natalis ke-66 di Convention Hall Unand, Selasa (13/9). (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala - Universitas Andalas terus memperkuat riset inovasi yang berkelanjutan serta berkontribusi memberikan solusi dalam memecahkan persoalan-persoalan bangsa.

Ini dibuktikan riset inovasi yang dihasilkan menjadi bagian yang dipakai dalam kebijakan pemerintah baik di bidang pertanian, pangan, termasuk mendukung upaya-upaya berkaitan dengan bidang kesehatan.

"Apalagi, terhitung sejak tahun 2020 hingga sekarang, kita mengalami dampak bencana Covid-19. Alhamdulillah, teman-teman di Unand dengan segala upaya dilakukan berhasil mendapatkan berbagai program yang kemudian berkontribusi langsung dalam pengembangan dan mendukung upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi Covid-19," kata Rektor Unand, Prof Dr Yuliandri SH MH, saat Dies Natalis ke-66 Universitas Andalas, di Convention Hall Unand, Selasa (13/9).

Baca Juga

Pada peringatan Dies Natalis ke-66 Unand ini mengusung tema Inovasi Untuk Kejayaan Bangsa. Turut hadir civitas akademika Unand, Forkopimda Sumbar serta mitra kerja Unand.

Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada Program Studi Berprestasi Kategori Indikator Kinerja Utama (IKU) I, II dan VII serta penghargaan mahasiswa berprestasi Unand 2022.

Yuliandri mengatakan pihaknya pun mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bagaimana Unand mendapat prestasi luar biasa di dalam mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19.

"Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman terutama yang telah berkontribusi banyak dalam menelurkan berbagai kebijakan dalam mengatasi Covid-19 ini," ucapnya.

Dalam mengelola Unand hari ini, sebut Yuliandri, dihadapkan berbagai tantangan. Namun dibalik tantangan tersebut, banyak peluang yang bisa dihasilkan.

Tantangan terbesar itu, bagaimana mendukung semua proses baik penelitian, pengembangan akademik dan pelayanan akademik utama. Tentu juga dihadapkan pada problem dukungan kegiatan.

"Tapi Alhamdulillah, dengan kinerja dan kerja sama bersama baik unsur yang ada pada pimpinan, maupun unsur kerja sama yang kita lakukan dengan berbagai pihak. Maka tentu hal tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Kita mengharapkan kepada semua mitra Unand untuk senantiasa dapat bekerja sama yang kemudian menghasilkan berbagai program luncuran lain sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," harap Yuliandri.

Untuk kinerja riset dan inovasi 2022, Yuliandri mengungkapkan Unand berada pada urutan ke sembilan dengan 128 departemen dan 1.430 peneliti.

"Bahkan pada April 2022, Unand mendapat penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai perguruan tinggi dengan permohonan kekayaan intelektual terbanyak bidang paten dan desain industri," ujarnya.

Untuk memperkuat riset saat ini tengah dibangun Laboratorium Sentral seluas 2.700 meter per segi dengan anggaran sebesar Rp67,8 miliar.

"Pada 2023 juga dianggarkan Rp140 miliar untuk pengadaan peralatan laboratorium dan fasilitas penunjang bersumber dari Kemendikbudristek," kata dia.

Sedangkan dalam mewujudkan transformasi pendidikan telah digagas kampus cerdas melalui pembangunan taman digital bekerja sama dengan PT Telkom.

"Kecepatan perkembangan teknologi dan inovasi digital mengubah orientasi pengajaran dan pembelajaran. Oleh sebab itu, kami ke depan akan memaksimalkan sistem digital serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan digital sebagai bekal lulusan menghadapi perubahan dunia kerja," tutur Yuliandri.

Komentar