Wawako Pariaman Minta OPD Sinergi Turunkan Angka Stunting

Metro- 19-09-2022 16:53
Wawako Mardison Mahyuddin beri arahan pada peserta dalam rembuk penanggulangan stunting bagi Kota Pariaman, Senin (19/9). (Dok : Istimewa)
Wawako Mardison Mahyuddin beri arahan pada peserta dalam rembuk penanggulangan stunting bagi Kota Pariaman, Senin (19/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Di tahun 2023 depan, Kota Pariaman menargetkan angka stunting di kotanya bisa mencapai level terendah yakni 0 persen.

Keinginan menurunkan angka stunting hingga titik terendah itu mengacu pada Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), dari Kementerian Kesehatan RI.

"Untuk itu, pihak Pemko Pariaman sangat serius menanggani persoalan stunting di masyarakat kota ini, dan telah menjadi indikator dalam sasaran pembangunan Pemko Pariaman, dan tertuang dalam RPJMD Kota Pariaman 2018-2023," ungkap Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin kepada media di sela rembuk stunting, yang diadakan Bappeda kota setempat di Pariaman, Senin (19/9).

Baca Juga

Di tahun 2022 ini, sebut Mardison, angka stunting di Kota Pariaman berada diangka 10,4 persen. Untuk mencapai target 0 persen di 2023 mendatang, Pemko Pariaman mau tak mau harus lebih mengoptimalkan peran berbagai sektor untuk memperkecil angka stunting di kotanya.

Mardison menerangkan, di tahun 2013 lalu, prevalansi angka stunting di Kota Pariaman menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013), angka prevalansi stuntingnya sebesar 44 persen, dan di tahun 2021 berdasarkan hasil survey Studi Satus Gizi Balita Indonesia (SSGI) 2021, angka stunting Kota Pariaman berada 20,3 persen.

Mardison mengatakan, dengan hasil tersebut, prevalansi stunting di Kota Pariaman, dari tahun 2013 sampai 2021, telah terjadi penurunan prevalansi stunting sebesar 23,7 persen, atau dengan rata-rata penurunan 3 persen setiap tahunya, tentunya hal ini menjadi hal yang menggembirakan bagi Kota Pariaman.

"Menurunkan angka prevalansi stunting di Kota Pariaman, karena itu kami, saya bersama dengan Pak Wali Kota Pariaman, Genius Umar, menargetkan untuk tahun depan, dapat menurunkan angka stunting menjadi 0 persen, dan mencapai target nasional untuk prevalansi stunting, dari 20,3 persen, menjadi 14 persen," tukasnya.

Lebih lanjut Mardison menyebutkan, ada berbagai program lintas OPD yang mendukung percepatan penurunan stunting untuk 2022 ini, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil, ibu menyusui dan Balita.

"Selain itu, pemko juga berikan jaminan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat, Posyandu balita di setiap desa kelurahan, Pendirian PAUD di setiap desa kelurahan, dan berbagai program lainnya dengan harapan angka stunting di Kota Pariaman bisa diatasi dan diturunkan ke titik terendah," kata Mardison Mahyuddin.

Komentar