Juli 2020 Tahun Ajaran Baru Dimulai

Edukasi-377 hit 16-06-2020 22:29
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. (Dok : Istimewa)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Tahun ajaran baru 2020 bagi sekolah telah diputuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dimana tahun ajaran baru sekolah akan tetap dimulai pada Juli 2020 mendatang.

Seiring penetapan ajaran baru sekolah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim juga menyampaikan beberapa hal penting lainnya.

"Tahun ajaran baru tidak berubah, tetap dimulai pada Juli 2020," kata Mendikbud di Jakarta, melaluoi siaran langsung YouTube Kemendikbud, Senin (15/6).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pembelajaran untuk daerah dengan zona kuning, oranye, dan merah, itu dilarang untuk lakukan pembelajaran secara tatap muka.

Meski banyak yang dikorbankan saat belajar dari rumah, jelas Nadiem, namun, Kemendikbud mengambil sikap bahwa kesehatan adalah yang paling utama.

"Yang di zona hijau, kami mempersilakan pemerintah daerah melakukan pembelajaran tatap muka," lanjutnya.

Keberadaan satuan pendidikan di zona hijau, sebut Nadiem, menjadi syarat pertama dan utama yang wajib dipenuhi bagi satuan pendidikan yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Persyaratan kedua, adalah jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.

Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

"Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan Belajar dari Rumah secara penuh," tegas Mendikbud.

Kemudian, Nadiem juga menjelaskan, bagi sekolah yang melalui masa transisi, hanya boleh dilakukan 50 persen (murid) dalam satu kelas untuk pendidikan dasar dan menengah.

Ia menambahkan, kegiatan berkerumun di sekolah tetap tak diperbolehkan. "Aktivitas seperti kantin, olahraga, belum diperbolehkan saat masa transisi," katanya.

Kemudian Kmendikbud juga membuka dana bos untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan.

"BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19 juga bisa digunakan untuk mendukung kesiapan sekolah," jelas Mendikbud.

Saat ini, terang Nadiem, di bawah 90 kabupaten yang berzona hijau, kalau pemdanya setuju, diperbolehkan untuk pembelajaran tatap muka," katanya.

"Saat zona hijau berubah kuning, jadi diulang lagi dari awal dengan belajar dari rumah," kata Nadiem Makarim. (rel)

Komentar