5 Momen Cuci Tangan di Rumah Sakit

Metro-199 hit 18-06-2020 21:33
Deby Sandra bersama anggota Komite PPI RS Dr M Djamil Padang saat sosialisasi Hidup Sehat Atasi Covid dengan cara cuci tangan kepada petugas rumah sakit setempat, Jumat (5/6) lalu. (Dok : Istimewa)
Deby Sandra bersama anggota Komite PPI RS Dr M Djamil Padang saat sosialisasi Hidup Sehat Atasi Covid dengan cara cuci tangan kepada petugas rumah sakit setempat, Jumat (5/6) lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Wabah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh penjuru dunia membuka mata masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan diri. Dimana selama ini, hal tersebut mungkin kurang diperhatikan oleh sebagian masyarakat.

Selama ini kebiasaan menjaga kebersihan diri umumnya hanya dilakukan dengan mandi, minimum dua kali sehari. Sedangkan aktivitas pendukung lainnya seperti mencuci muka, mencuci tangan, sering kumur-kumur sangat jarang dilakukan secara rutin.

"Padahal dilihat dari penyebaran kasus Covid-19 saat ini, virus ini lebih banyak ditularkan oleh tangan yang tidak bersih. Untuk itu perlu cara bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya selalu mencuci tangan agar jangan sampai terjadi penularan berbagai jenis penyakit yang tidak sebatas virus corona saja," kata Penyelenggara Sosialisasi Hidup Sehat Atasi Covid, Deby Sandra kepada Arunala.com , di Padang, Kamis (18/6)

Baca Juga

Dari data yang didapat Deby, pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukan hal yang paling penting mencegah penularan adalah menjaga kebersihan, salah satunya dengan mencuci tangan.

Salah satu tempat yang menjadi objek sosialisasi hidup sehat dengan mencuci tangan adalah Rumah Sakit Dr M Djamil Padang. Alasannya, sebut Deby, karena rumah sakit merupakan salah satu tempat yang tingkat kemungkinan yang tinggi dalam menyebarkan virus.

"Jika tidak dikendalikan dengan ketat, maka penyebaran berbagai virus mudah terjadi. Untuk itu Komite Pencegahan & Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (PPI RS) harus bekerja keras dalam pengendalian infeksi ini, karena pengunjung selalu berganti dan yang berkunjung dengan indikasi penyakit yang beragam setiap saat," terang Deby Sandra yang juga mahasiswa Program S3 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) ini.

Selain itu, sambung dia, tingkat kesadaran tiap pengunjung terhadap kebersihan ini memang berbeda, tak terkecuali petugas dan pegawai rumah sakit itu sendiri.

Deby mengaku dalam sosialisasi yang dilakukan di Rumah Sakit Dr M Djamil itu, diabekerjasama dengan Komite PPIRS dan Instalasi Kesling rumah sakit yang dilaksanakan Jumat (5/6) lalu.

Dirinya juga menjelaskan untuk menjaga kebersihan tangan dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir bila tangan terlihat kotoran atau terkena cairan tubuh, atau bisa juga menggunakan alkohol (alcohol-based handrubs) untuk bersihkan tangan apabila tidak terlihat kotor.

"Selanjutnya, kuku petugas juga harus selalu bersih, dan terpotong pendek tanpa kuku palsu, tanpa memakai perhiasan cincin," tukas Deby Sandra.

Dia menyatakan, momen sosialisasi cuci tangan di rumah sakit setidaknya ada lima tahap, pertama; sebelum bersentuhan dengan pasien. Lalu kedua; sebelum melakukan tindakan. Hal ketiga; dilakukan sesudah bersentuhan dengan cairan tubuh pasien. Tahap keempat; lakukan sesudah bersentuhan dengan pasien, tahap terakhir dilakukan sesudah bersentuhan dengan lingkungan pasien.

"Namun untuk membiasakan kehidupan bersih, cuci tangan tersebut harus selalu di komunikasikan kepada lingkungan yang berintegrasi pada rumah sakit dan ini pun juga menjadi program kerja rutin bagi Komite PPI RS," kata Deby Sandra.

Komentar