Tantangan Dokter saat Ini Kian Kompleks

Metro- 24-10-2022 19:08
dr Muhammad Reindra SpBTKV,  Ketua IDI Cabang Padang. (Dok : Istimewa)
dr Muhammad Reindra SpBTKV, Ketua IDI Cabang Padang. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - Hari ini (24/10) bertepatan dengan Hari Dokter Nasional ke-72. Peringatan Hari Dokter Nasional itu sendiri seiring dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Persoalan bangsa saat ini cukup kompleks terutama di bidang kesehatan. Di antaranya persoalan stunting dan pendidikan kedokteran. Tentu ini menjadi bagian peran dokter untuk berkontribusi menyelesaikan persoalan kesehatan bangsa tersebut," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Padang, dr Muhammad Riendra SpBTKV kepada Arunala.com di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr M Djamil Padang, Senin (24/10).

Ia mengatakan namun pekerjaan itu tidak mudah. Karena tantangannya kompleks.

Baca Juga

"Di era keterbukaan kadang-kadang pemikiran-pemikiran baru banyak muncul sehingga seperti yang kita hadapi tidak cukup memikirkan masalah kesehatan. Akan tetapi juga mengkonter pemikiran-pemikiran diluar dari pakem kesehatan. Sehingga beban itu terasa berat," tegas Kepala IGD RSUP Dr M Djamil Padang ini.

Sebab itu, tema HUT Hari Dokter Nasional tahun ini Berbakti Untuk Negeri Mengabdi Untuk Rakyat Satu IDI Terus Maju.

"Berbakti Untuk Negeri diartikan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan wujud kerja kita untuk negara. Kalau persoalan stunting maupun pendidikan kedokteran yang lagi hangat-hangat dibicarakan bisa dituntaskan maka masa depan bangsa akan lebih baik tentunya," tutur Riendra.

Karena, sebut Riendra, dengan sumber daya manusia dan sistemnya yang bagus maka hasil akan baik.

"Makna mengabdi untuk rakyat, tentu kita tetap bekerja dengan niat yang ikhlas dan mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk kesehatan seluruh rakyat. Terlepas dari dihargai maupun tidak dihargai, dokter itu tetap bekerja," ucapnya.

Kemudian Satu IDI terus Maju dimaknai tekad ke internal. "Bahwa di tengah tantangan yang ada ini, bersama memikirkan masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan begitu kompleks, tentu pihaknya harus kompak. Kemudian mengupgrade diri terkait perkembangan ilmu kedokteran saat ini. Dan mengikuti kemajuan teknologi kedokteran.

"Apalagi saat ini memasuki era 4.0. Tidak boleh berpuas diri terhadap yang sudah ada. Akan tetapi juga kekompakan dan mengupgrade diri," tutur Riendra.

Ia berharap ke depannya, dukungan seluruh pihak apalagi pemerintah. Tentunya dukungan dalam segala hal. Seperti pendidikan dan peluang pengembangan pendidikan.

"Memang sekarang sudah ada beasiswa akan tetapi tidak cukup beasiswa saja. Karena sumber daya manusia sudah disiapkan, fasilitas tidak ada. Dia juga tidak bekerja juga. Terutama di daerah-daerah, dokternya ada tapi alatnya nggak ada," ungkapnya.

Untuk itu, Riendra berharap dukungan pemerintah selain mencukupkan SDM juga, fasilitasnya juga ada. Ini agar pelayanan kesehatan berjalan.

Kemudian, setelah ada dukungan butuh kerja sama terutama di internal. Bagaimana dengan kemajuan ilmu pengetahuan, maka terjadi perkembangan cabang-cabang ilmu.

"Diharapkan tentu cabang-cabang ilmu yang berkembang ini saling mendukung sehingga kesehatan masyarakat dapat ditangani secara komprehensif," harapnya.

Sekadar diketahui, saat ini sebanyak 2.200 lebih anggota IDI Kota Padang. Memperingati HUT ini, IDI Kota Padang mengadakan sejumlah kegiatan.

Di antaranya Fun Run Fun Walk, senam bersama IDI, donor darah dan pelatihan pijat jantung di 104 masjid 104 kelurahan di Kota Padang.

Komentar