Masalah Infertilitas, Tidak Selalu Istri yang Salah

Metro- 29-10-2022 16:44
Pengguntingan pita oleh Komisaris Utama PT Tridaya Medika Sinergi Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, Komisaris Ade Rezki Pratama, Direktur dr Berriandi Arwan SpOG, Direktur AYani Clinic Women and Children dr Saiful Bahri dan Regional Business Operation Manager PT Morula IVF Indonesia Arief Permana. (Foto : Fajril)
Pengguntingan pita oleh Komisaris Utama PT Tridaya Medika Sinergi Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, Komisaris Ade Rezki Pratama, Direktur dr Berriandi Arwan SpOG, Direktur AYani Clinic Women and Children dr Saiful Bahri dan Regional Business Operation Manager PT Morula IVF Indonesia Arief Permana. (Foto : Fajril)

Penulis: Fajril

Padang, Arunala.com - AYani Women and Children Clinic terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak lebih baik dengan berupaya menambah fasilitas sesuai kebutuhan.

Klinik kesehatan ibu dan anak terkemuka di Kota Padang ini menghadirkan Klinik Fertilitas Indonesia (KFI).

Hadirnya Klinik Fertilitas Indonesia tersebut untuk membantu pasangan suami istri (pasutri) yang tengah berjuang mendapatkan buah hati.

Baca Juga

Pada Sabtu (29/10), Klinik Fertilitas Indonesia yang bekerja sama dengan Morula IVF itu diresmikan.

Ditandai pengguntingan pita oleh Komisaris Utama PT Tridaya Medika Sinergi Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, Komisaris Ade Rezki Pratama, Direktur dr Berriandi Arwan SpOG, Direktur AYani Clinic Women and Children dr Saiful Bahri dan Regional Business Operation Manager PT Morula IVF Indonesia Arief Permana.

Diketahui, Klinik Fertilitas Indonesia ini merupakan keempat di wilayah Sumbar. Namun untuk klinik ibu dan anak, pertama kali di Sumbar. Untuk di Indonesia, terdata sekitar 120 klinik.

"Ini salah satu bentuk komitmen kami AYani Women and Children Clinic memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Sumbar. Khususnya untuk pengelolaan kasus-kasus infertilitas di Sumbar," kata Komisaris Utama PT tridaya Medika Sinergi, Dr dr Dovy Djanas SpOG KFM MARS, saat memberikan sambutan. Turut hadir Komisaris dr Winanda MARS, manjemen AYani Women and Children Clinic, pasutri dan undangan.

Sebagaimana diketahui, sebut Dovy, hampir 25 persen usia reproduksi itu berhubungan dengan masalah infertilitas. Makanya, salah satu menjadi pemikiran pihaknya adalah kepedulian dari klinik ini untuk bisa berkontribusi memberikan edukasi dan informasi bahwa pelayanan infertilitas itu penting.

"Berdasar pengalaman saya selama 10 tahun mengelola Morula IVF, ternyata data didapatkan 60-70 persen pengelolaan kasus-kasus infertilitas belum mendapat tempat yang optimal dan maksimal," ungkap Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP M Djamil Padang ini.

Artinya, sebut Dovy, pihaknya ingin memberikan kontribusi menyampaikan informasi dan edukasi kepada pasien, proses kehamilan itu ada hal-hal harus diperhatikan.

"Ternyata di Sumbar ini agak unik. Saya melihat kisaran 60-70 persen masalah itu ada pada suami. Jadi, selama ini disuruh berobat adalah istri. Sementara suami tidak terlibat," ungkap Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Gonekologi Indonesia (POGI) Sumbar ini.

Ia menegaskan kasus-kasus infertilitas itu, ternyata memang pasangan suami istri, khususnya wanita masalahnya terletak pada keterlambatan penanganannya. Makanya, jangan berpikiran masalah infertilitas harus ke bayi tabung.

"Tapi bagaimana kita memulai menskrining apa masalahnya. Nanti kalaupun pasangan suami istri harus menjalani program bayi tabung tentunya dalam keadaan optimal," ucap bapak dua anak ini.

Ditambahkan Komisaris PT tridaya Medika Sinergi Ade Rezki Pratama, berharap kehadiran klinik fertilitas di AYani Women and Children Clinic menjadi solusi sekaligus ikhtiar bagi pasangan suami istri yang berjuang mendapatkan buah hati.

"Setelah lahir si buah hati, muncullah kebahagiaan bagi pasutri tersebut. Sekaligus si buah hati ini menjadi generasi emas pada 2045," harap anggota DPR RI ini.

Ia juga berharap kehadiran klinik fertilitas ini dapat menjadi rujukan kasus infertilitas di Kota Padang.

"Dengan hadirnya kami, masyarakat Kota Padang bisa mendapatkan layanan program kehamilan terbaik," ucap Ade.

Sementara itu, Regional Business Operation Manager PT Morula IVF Indonesia Arief Permana mengucapkan terima kasih kepada AYani Women and Children Clinic atas kerja samanya dengan Morula IVF.

"Saat ini, KFI telah tersebar 120 klinik bekerja sama dengan klinik maupun rumah sakit di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Ia menjelaskan klinik fertilitas di klinik ini merupakan klinik kedua di Kota Padang dari empat klinik di Sumbar. Namun untuk klinik ibu dan anak, pertama di Sumbar.

"Tujuan Morula IVF menghadirkan KFI ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses layanan infertilitas. Jadi tidak perlu lagi ke kota-kota besar seperti Jakarta," ucap Arief.

Direktur AYani Women and Children Clinic dr Syaiful Bahri mengatakan program layanan unggulan di klinik infertilitas ini adalah inseminasi buatan.

Di mana, program kehamilan dengan metode mendekatkan sperma (yang sudah melalui proses washing sperm) dengan sel telur secara natural di dalam rahim.

"Dengan begitu metode ini diharapkan kesempatan sel telur dibuahi sperma," tutur dr Syaiful Bahri.

Kemudian, sebut Syaiful Bahri, melayani pemeriksaan analisa sperma. Kemudian, program kehamilan.

"Kami berharap kehadiran klinik fertilitas ini, rumah sakit dan klinik ibu dan anak bekerja sama dan berkolaborasi dalam penanganan kasus infertilitas ini," harapnya.

Komentar