Polres Pessel Tangkap Lima Orang Pembobol ATM Asal Lampung

Metro-235 hit 22-06-2020 21:16
Lima kawanan pembobol mesin ATM saat ini ditahan di Polresta Padang, Minggu (21/6). (Dok : Istimewa)
Lima kawanan pembobol mesin ATM saat ini ditahan di Polresta Padang, Minggu (21/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Lima orang kawanan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) asal Lampung berhasil ditangkap anggota Polres Pesisir Selatan (Pessel), Jumat (19/6) lalu, dan menyerahkannya ke Polresta Padang, mengingat lokasi kejahatan yang dilakukan komplotan itu berada Kota Padang.

Para pelaku itu diserahkan setelah pihak Polresta Padang menjemput kelima pelaku tadi di Polres Pessel.

"Mereka kami jemput ke Pessel, pada Minggu (21/6) kemarin untuk selanjutnya dilakukan proses penyelidikan," ujar Kasatreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada wartawan, Senin (22/6).

Baca Juga

Saat dihadirkan di Mapolresta Padang, para pelaku mengakui telah beraksi di Kota Padang dan Kota Bukittinggi. Di Kota Padang ada satu mesin ATM milik salah satu bank yang dibobol, sementara untuk di Kota Bukittinggi, ada delapan mesin ATM menjadi sasaran dari aksi para pelaku.

Dari aksinya, pelaku berhasil membobol mesin ATM dan mengambil uang puluhan juta rupiah dari dalam mesin tersebut. Sedikitnya, untuk satu mesin ATM berjumlah sekitar Rp4 juta dan beberapa ATM lainnya di Kota Bukittinggi dengan total sebanyak Rp18 juta.

Pengakuan salah seorang pelaku Marzani (25), dirinya berperan sebagai eksekutor, alat yang dibutuhkannya berupa satu buah obeng serta kartu ATM. Obeng tersebut digunakan untuk mencongkel lubang tempat keluarnya uang.

"Sebelum mencongkel, lebih dulu dia memasukkan kartu ATM dan melakukan penarikan uang tunai dengan jumlah maksimal Rp1,2 juta. Kemudian, saat mesin hitung akan mengeluarkan uang tersebut saya mencongkelnya dengan obeng," aku Marzani.

Meskipun melakukan penarikan, menurut Marzani saldo yang ada di ATM miliknya tidak berkurang. Sebab, saat mesin dicongkel otomatis penarikan maksimal yang dilakukan tadi batal.

Marzani dan rekannya lain yaitu Wasis (28) Ahmat Suhaipi (27) Candra Prayuda (27) dan Imron (41) mengaku tidak butuh lama untuk membobol mesin ATM itu. Dia menyebutkan, mendapat cara membobol mesin ATM itu dari YouTube.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan, dalam beraksi pelaku memilah jenis ATM yang bisa dicongkel. Dari pengakuan pelaku, tidak semua ATM yang bisa mereka bobol dengan cara mencongkelnya.

"Dari pengakuan para pelaku, hanya mesin ATM jenis lama yang bisa dicongkel. Beberapa kali dalam aksinya mereka juga gagal. Untuk total mesin ATM yang dicongkel ada sembilan unit dari dua tempat berbeda itu," kata Rico.

Ia mengungkapkan pelaku merupakan komplotan lintas provinsi. Aksinya juga tidak hanya dilakukan di Sumbar dan satu kota saja, namun beberapa kota termasuk di Lampung.

"Alat yang digunakan hanya obeng dan ATM. Kemudian yang kami sita uang hasil curiannya tersisa Rp 4.750.000 dan juga beberapa barang yang telah dibelinya dari hasil curian," jelasnya.

Dijelaskan Rico peranan masing-masing pelaku ini yaitu Mirzani sebagai otak dan eksekutor aksi pencurian pembobolan ATM, lalu Wasis berada di dalam ATM untuk mengawasi orang dari dalam, Ahmat Suhaipi beserta Candra Prayuda mengawasi orang yang datang dari dalam mobil, sedangkan Imron yang bertugas mengemudikan mobil yang mereka gunakan.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman tujuh tahun penjara. Kasus ini juga akan ditangani Polres Bukittinggi mengingat juga terdapat lokasi pembobol di sana,"terang Rico.

Komentar