Mendes PDTT Lepas 4.219 Mahasiswa KKN Unand Secara Virtual

Edukasi-204 hit 24-06-2020 19:17
Prosesi pelepasan 4.219 mahasiswa Unand yang akan KKN di kampung halamannya masing-masing, Rabu (24/6). (Dok : Istimewa)
Prosesi pelepasan 4.219 mahasiswa Unand yang akan KKN di kampung halamannya masing-masing, Rabu (24/6). (Dok : Istimewa)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Sebanyak 4.219 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) dari berbagai fakultas resmi mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2020 di kampung mahasiswa masing-masing.

Pelepasan ribuan mahasiswa Unand yang KKN itu dilakukan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar secara virtual di Convention Hall, Rabu (24/6).

Saat melepas kegaitan KKN itu, Mendes Abdul Halim Iskandar meminta mahasiswa membantu melakukan edukasi New Normal kepada masyarakat desa, untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Baca Juga

"Kita mau tidak mau mengajak masyarakat di manapun untuk hidup sehat. Bagaimana menjauhkan diri dari kuman, virus, dan berbagai penyakit fisik lainnya. Kemudian meningkatkan imunitas dengan makan-makanan yang bergizi, olahraga, dan menguatkan keimanan kita," ujar Abdul Halim Iskandar.

Ia juga mengatakan, mahasiswa KKN seyogyanya juga dapat membantu masyarakat desa melakukan perencanaan pembangunan. Sekaligus menteri ini mengingatkan, dalam membuat rencana pembangunan desa harus bertumpu pada permasalahan dan potensi yang dimiliki desa.

Selain itu, menurutnya, pembangunan desa juga tidak boleh lepas dari akar budaya desa itu sendiri.

"Jangan sekali-kali merencanakan pembangunan desa yang tidak bertumpu pada budaya desa. Karena budaya adalah aset sosial yang tidak dimiliki oleh negara manapun. Desa-desa kita sangat kaya dengan kekayaan budayanya," ujarnya.

KKN mahasiswa yang dilakukan Unand saat ini berbeda dari KKN biasanya. Saat ini, KKN mahasiswa dilakukan di desa asal atau tempat tinggal masing-masing mahasiswa, berbeda dari biasanya yang dilakukan di desa-desa tertentu yang ditetapkan oleh perguruan tinggi.

Menurutnya, selain dapat mencegah penyebaran Covid-19, sistem KKN tersebut menurutnya, akan mempermudah mahasiswa dalam membantu melakukan perencanaan pembangunan desa.

"Mahasiswa KKN yang juga merupakan warga desa setempat akan lebih mudah memahami dan melakukan pemetaan masalah yang dialami desa," ujarnya.

Rektor Unand Yuliandri mengatakan KKN Unand ini dapat menyadarkan mahasiswa di kampungnya sendiri.

"Melalui KKN Tematik Covid-19 Unand Tahun 2020 kita tingkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat melawan wabah Covid-19 dalam upaya mewujudkan masyarakat tangguh, sehat, dan sejahtera," katanya.

Komentar