Warga Bisa Bayar PBB-P2 dalam Satu Genggaman

Metro- 24-11-2022 19:00
Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Dadang Arif Kusuma, Direktur Utama Bank Nagari diwakili Pemimpin Divisi Pemasaran Hardi Putra, Pemimpin Divisi Publik dan Hubungan Pemda Tokopedia Emmiryzan. (Dok : Istimewa)
Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran bersama Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Dadang Arif Kusuma, Direktur Utama Bank Nagari diwakili Pemimpin Divisi Pemasaran Hardi Putra, Pemimpin Divisi Publik dan Hubungan Pemda Tokopedia Emmiryzan. (Dok : Istimewa)

Penulis: Fajril

Padangpanjang, Arunala.com - Pemko Padangpanjang meluncurkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bersama Bank Nagari melalui aplikasi Tokopedia di Aula Lantai III Balai Kota Padangpanjang, Jumat (18/11).

Kolaborasi antara Bank Nagari, Pemko Padangpanjang dan Tokopedia ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan memudahkan masyarakat membayar pajak melalui transaksi digital banking.

Peluncuran ini dilakukan Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Dadang Arif Kusuma, Direktur Utama Bank Nagari diwakili Pemimpin Divisi Pemasaran Hardi Putra, Pemimpin Divisi Publik dan Hubungan Pemda Tokopedia Emmiryzan.

Baca Juga

Direktur Utama Bank Nagari diwakili Pemimpin Divisi Pemasaran, Hardi Putra mengungkapkan rasa bangga pada Pemko Padangpanjang yang memiliki pemikiran yang maju berkat wali kotanya.

"Kota Padangpanjang merupakan kota pertama di Sumbar yang menjadi piloting dalam kolaborasi ini. Dan Bank Nagari akan mengimplementasikannya untuk seluruh kabupaten kota se-Sumatera Barat," tutur Hardi Putra.

Ia menyebutkan mekanisme pembayaran Pajak PBB ini sangat mudah. Cukup instal aplikasi Tokopedia, klik menu Top-up & Tagihan, Klik Pajak PBB, Pilih Daerah PBB yang akan dibayar, input Nomor Objek Pajak, muncul langsung nominal tagihan dan melakukan pembayaran.

"Transaksi yang dilakukan akan langsung terupdate ke database Pemerintah Daerah. Sehingga secara real time dapat dimonitoring jumlah masyarakat yang sudah membayar dan nominal yang sudah terhimpun," ungkap Hardi.

Selain Tokopedia, Hardi menyebutkan PBB juga dapat dibayarkan di seluruh Kantor Bank Nagari, kanal digital Bank Nagari seperti ATM, Nagari Cash Management dan Mobile Bank Nagari.

"Bank Nagari akan terus meningkatkan digital banking dalam mewujudkan Sumatera Barat yang digital, transparan dan akuntable," harapnya.

Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran mengatakan pembayaran PBB-P2 ini merupakan terobosan yang hendaknya bisa menstimulasi percepatan digitalisasi di berbagai sektor di Padangpanjang, termasuk dalam birokrasi.

"Ini harus kita kolaborasikan bagaimana digital payment, smart society, digital government atau smart government. Kemudian, pembayaran BPJS, retribusi pasar, mesti di-push dalam percepatan digitalisasi," kata Fadly.

Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia, Emmiryzan mengatakan, terwujudnya pembayaran PBB-P2 lewat Tokopedia merupakan bentuk komitmen Pemko Padangpanjang terhadap percepatan digitalisasi keuangan.

"Padangpanjang merupakan yang pertama di Sumbar dan termasuk 251 daerah di Indonesia, terkoneksi pembayaran PBB-P2 dengan Tokopedia.

Hal ini berkat dukungan pemko dan Bank Nagari serta pihak lain," katanya. Ia menyebutkan pemanfaatan aplikasi ini berdampak peningkatan pembayaran pajak 49 persen.

"Kami berharap Padangpanjang bisa menjadi yang terbaik di Sumbar di bidang digitalisasi keuangan. Menjadi barometer di Indonesia," kata Emmiryan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Dadang Arif Kusuma menjelaskan, perkembangan transaksi elektronifikasi di Padangpanjang berkembang dengan baik.

Semester I 2022 skornya 100 persen dan sudah di level digital. Secara nasional tertinggi keempat.

"Kami berharap Pemko Padangpanjang tidak berhenti pada memperluas implementasi elektronifikasi pada pajak saja. Tetapi pada QRIS, e-Commerce pembayaran retribusi daerah," harapnya.

Pembayaran nontunai menggunakan kanal QRIS pada semester I-2022, lanjutnya, mencapai Rp340 juta. Lalu kanal semi digital Rp4,7 miliar. Kanal digital non-QRIS mencapai Rp316 juta.

"Peningkatan ini membawa dampak positif terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Padangpanjang," sebutnya.

Komentar