Kapolsek AKP Afrino Chaniago Bantu Warga Kurang Mampu di Koto Tangah

Metro- 05-12-2022 19:49
Kapolsek Koto Tangah, Kota Padang, AKP Afrino Chaniago bersama jajarannya saat membezuk Aditya di rumahnya di  di Simpang Anak Air, Senin (5/12). (Foto : Derizon)
Kapolsek Koto Tangah, Kota Padang, AKP Afrino Chaniago bersama jajarannya saat membezuk Aditya di rumahnya di di Simpang Anak Air, Senin (5/12). (Foto : Derizon)

Penulis: Derizon Yazid

Padang, Arunala.com - Mendapatkan laporan dari personilnya Babinkamtibmas Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, tentang adanya warga kurang mampu yang sakit dan belum tersentuh bantuan dari pemerintah, menarik simpati Kapolsek Koto Tangah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Afrino Chaniago.

Begitu dapat laporan, dia bersama beberapa personilnya langsung bergerak cepat, menyambangi rumah Aditya, 15, yang kesehariannya hanya bisa berada di atas tempat tidur, Senin (5/12).

Diketahui, Aditya merupakan sulung dari dua orang bersaudara, anak dari Yulia, warga yang tinggal di Simpang Anak Air RW 01/RW 06/ Kecamatan Koto Tanggah itu kini butuh uluran tangan dari kita semua.

Baca Juga

Ia sedari kecil divonis menderita penyakit step atau kejang hingga membuat pertumbuhan menjadi lambat serta lemas.

Hingga lima belas tahun berlalu, Aditya luput dari perhatian pemerintah setempat, mirisnya kantor camat hanya berjarak kurang dari 100 meter dari rumah kontrakan warga kurang mampu tersebut.

Penderitaan Aditya tidak sampai di situ, kebutuhan akan nutrisi bagi Aditya selama ini tidak terpenuhi secara baik oleh ayahnya yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan, dengan penghasilan Rp100.000 per hari.

Namun tidak jarang dalam seminggu Ayahnya tidak mendapatkan orderan bekerja.

Dengan suara berat, sang Ibu menceritakan kesulitannya untuk berobat dan biaya sang anak, bahkan susu formula ukuran 800 gram yang harganya kurang dari seratus ribu terkadang tidak mampu terbeli.

Sambungnya, sehari - hari Aditya hanya bisa minum susu biasa, yang seharusnya formula khusus seharga Rp600 ribu.

Namun karena keterbatasan biaya maka harus minum susu biasa dan terkadang terpaksa kami membelikan susu formula yang harganya jauh lebih murah dari yang dibutuhkan Aditya.

"Ayah Aditya hanyalah seorang kuli bangunan, yang setiap bekerja di upah seratus ribu rupiah dan terkadang tidak jarang dalam seminggu ayahnya tidak mendapatkan orderan bekerja," tuturnya Yuli.

Lebih lanjut, kata Yulia, karena keterbatasan biaya untuk control anaknya di rumah sakit, Aditya terpaksa tidak dibawa, karena jika membawa Aditya mau tidak mau harus menyewa mobil.

"Jangankan untuk menyewa mobil, untuk biaya sewa rumah saja kami sering terlambat, beruntung sang pemilik rumah mengerti dengan keadaan kami," ujarnya lirih.

"Kami sangat berharap mendapatkan bantuan dari Pemko Padang, terutama bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) karena selama ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bahkan kartu indonesia sehat baru setahun terakhir kami memperolehnya, sebelumnya kami terdaftar peserta BPJS mandiri," imbuhnya.

Sebelumnya, AKP Afrino menyebutkan, informasi menyangkut Aditya didapatkan dari anggota Bhabinkamtibmas Polsek Koto Tangah.

Begitu kabar didapat, dirinya langsung menuju lokasi untuk meninjau kondisi Aditya.

"Kini kami telah mendapatkan informasi dan kami akan mengupayakan supaya sang anak bisa mendapatkan bantuan yang layak agar bisa mengurangi beban orang tuanya," ungkap AKP Afrino Chaniago.

Adapun bantuan yang diberikan untuk Aditya berupa sembako serta susu formula dan sejumlah uang dari personil Polsek yang diberikan kepada orang tua Adtiya, sebagai bentuk kepedulian Polisi kepada warga yang membutuhkan.

Komentar