BIM Launching TAC dan Galeri Budaya di Terminal Bandara

Wisata- 13-12-2022 18:15
EGM AP II BIM, Siswanto dan Kadispar Sumbar, Luhur Budianda tandatangani kerjasama pengelolaan TAC dan Galeri Budaya di BIM, Selasa sore (13/12). (Foto : Arzil)
EGM AP II BIM, Siswanto dan Kadispar Sumbar, Luhur Budianda tandatangani kerjasama pengelolaan TAC dan Galeri Budaya di BIM, Selasa sore (13/12). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padangpariaman, Arunala.com - Selasa siang (13/12) PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) resmi membuka gerai Tourism Activity Center (TAC), dan Galeri Budaya, yang berada di bagian depan terminal bandara tersebut.

EGM AP II BIM, Siswanto Kadispar Sumbar, Luhur Budianda dan stakeholder dengarkan penjelasan dari pihak AP II terkait keberadaan TAC di BIM, Selasa sore (13/12). (Foto : Arzil)
EGM AP II BIM, Siswanto Kadispar Sumbar, Luhur Budianda dan stakeholder dengarkan penjelasan dari pihak AP II terkait keberadaan TAC di BIM, Selasa sore (13/12). (Foto : Arzil)

Baik Gerai Tourism Activity Center maupun Galeri Budaya yang disediakan pihak BIM ini sebagai komitmen dari pengelola bandara ini dalam memberi ruang bagi pelaku tourism dan pelaku UMKM yang mempromosikan produk mereka melalui BIM sebagai pintu masuk Sumbar.

"Pembukaan gerai TAC dan Galeri Budaya yang di selasar BIM ini bersamaan dilaksanakan dengan ada yang di Bandara Soetta. Dan BIM jadi pilot project dari semua bandara yang dikelola oleh AP II," kata EGM AP II BIM, Siswanto menjawab Arunala.com di sela-sela acara itu.

Baca Juga

Seiring keberadaan TAC di BIM, Siswanto mengharapkan tempat ini menjadi pusat informasi dan bisa membantu para wisatawan baik lokal maupun mancanegara ingin mengetahui tempat-wisata wisata yang ada di Sumbar tidak terkecuali di seluruh Indonesia.

"Kenapa saya menyebutkan sebagai pusat informasi wisata, mengingat BIM merupakan pintu masuk wisatawan ke Sumbar melalui jalur udara," ucap Siswanto.

Dirinya juga menjelaskan, di TAC itu dilengkapi berbagai fasilitas seperti audio visual yang memuat berbagai konten destinasi wisata yang ada di Sumbar.

"Untuk TAC sendiri, kami dari pihak BIM menyerahkan konsep pengelolaannya kepada Dinas Pariwisata Sumbar, mengingat dinas ini yang lebih tahu soal pariwisata dan destinasinya," urai Siswanto.

Menyinggung Galeri Budaya yang letaknya persis bersebelahan dengan TAC, Siswanto menilai keberadaan galeri itu saling menunjang keberadaan TAC.

"Sebab pada galeri itu, selain menampilkan produk-produk UMKM meski dalam bentuk display, namun di galeri ini juga disuguhi sejumlah kesenian ranah minang dari kabupaten kota di Sumbar. Dan ini juga jadi ajang promosi bagi masing-masing daerah tersebut," lanjut Siswanto.

Di sisi lain, Siswanto juga beri masukan terhadap pengelolaan TAC ini.

"Buka soal informasi pariwisata dan destinasi saja yang disediakan di TAC, tapi Dispar Sumbar juga perlu sediakan informasi soal transportasi menuju lokasi destinasi wisata itu, sehingga para wisatawan merasa terbantu sekali dengan adanya informasi ini," tukas Siswanto.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda menyampaikan, TAC dan Galeri Budaya di BIM ini sebagai penunjang bagi upaya promosi pariwisata Sumbar.

"Dengan adanya TAC, kami dari Dispar Sumbar dan kabupaten kota tentunya harus juga tingkatkan kualitas dengan menyiapkan berbagai informasi wisata melalui sarana yang disediakan pihak BIM ini," jelas Luhur.

Dia menjelaskan, saat sebelum pandemi Covid-19 tepatnya pada 2019, jumlah kunjungan wisatawan baik lokal dan mancanegara ke Sumbar sebanyak 8,2 juta wisatawan.

Namun saat pandemi melanda jumlah kunjungan menurun menjadi 4,9 juta.

"Artinya selama pandemi itu, Sumbar kehilangan 3,3 juta wisatawan. Namun sejak Januari - Oktober 2022, iklim kunjungan wisatawan ke Sumbar mulai membaik karena mulai landainya pandemi. Di periode Januari - Oktober ini jumlah kunjungan wisatawan itu tercatat sebanyak 5,2 juta pengunjung," kata Luhur.

Dia melanjutkan, pada periode pandemi itu, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumbar bisa dibilang tidak ada, karena bandara tutup untuk penerbangan internasional.

"Nah, kalau kunjungan wisatawan lokal (nusantara) ke Sumbar bisa dikatakan masih terbantu, oleh perantau minang yang pulang kampung, dan kemudian juga sebagai wisatawan," tutur Luhur.

Komentar