Mahasiswa UNP Bersihkan Bukik Pahoruso

Metro- 16-01-2023 06:01
Mahasiswa UNP yang KKN bersihkan spot camping di Nagari Maek. (Dok : Istimewa)
Mahasiswa UNP yang KKN bersihkan spot camping di Nagari Maek. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Limapuluh Kota, Arunala.com - Lokasi perkemahan (spot camping yang terletak di Puncak Bukit Pahoruso, Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Limapuluh Kota kembali dibersihkan.

Pembersihan areal camping itu dilakukan para mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di nagari tersebut.

Lokasi perkemahan itu sebelumnya cukup populer di Nagari Maek ini, karena letaknya di ketinggian.

Namun beberapa tahun belakangan tidak terurus karena jarang digunakan.

Sekretaris Tim KKN Tematik UNP di Nagari Maek, Desvy, menyebutkan, membersihkan tempat perkemahan Puncak Bukit Pahoruso bagian dari kegiatan KKN para mahasiswa UNP itu.

"Selain itu, tempat tersebut juga akan dijadikan arena camping bagi kami para mahasiswa didampingi oleh wali jorong beserta pemuda setempat nantinya," kata Desvy.

Dalam membuka kembali area perkemahan itu, semak belukar dibersihkan, dan memasang papan penunjuk arah menuju area perkemahan itu, dan diharapkan dapat menarik minat pecinta alam untuk berkemah di lokasi itu.

"Kami berharap Puncak Pahoruso sebagai spot camping makin dikenal sehingga pengunjung akan berdatangan untuk berkemah," katanya.

Dea, salah seorang anggota tim KKN Tematik UNP yang ikut berkemah menambahkan, lokasi perkemahan Puncak Pahoruso masih bisa diakses dengan mengendarai sepeda motor.

Pemandangan alamnya sangat bagus dan cocok untuk penikmat wisata alam yang membutuhkan ketenangan.

"Dari puncak bukit kita bisa melihat suasana Nagari Maek yang dikelilingi bukit, suasananya tenang dan cocok untuk healing," ujarnya.

Dika, salah seorang pemuda setempat yang sering menjadi pemandu wisata lokal menceritakan, nama Bukit Pahoruso diambil berdasarkan cerita legenda dari mulut ke mulut yang berkembang di masyarakat.

Konon, adalah seorang raja yang sedang berburu rusa di Bukit Posuak, masih jajaran perbukitan yang mengeliling Nagari Maek, menjadi murka karena tidak mendapat rusa buruannya dalam kondisi utuh, hanya mendapati bagian paha rusa tersebut.

Saking murkanya, akhirnya sang raja melemparkan bagian paha rusa yang didapati itu ke bukit di seberangnya sehingga akhirnya masyarakat menyebutnya dengan nama Bukik Pahoruso (paha rusa, red).

Komentar