Alharis: Bukan Pihak KPU yang Lakukan Pengusiran

Metro-233 hit 22-07-2020 19:14
Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil verfak berkas dukungan bapaslon perseorangan yang diadakan KPU Pasbar, Senin malam (21/7). (Dok : Istimewa)
Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil verfak berkas dukungan bapaslon perseorangan yang diadakan KPU Pasbar, Senin malam (21/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Kisruh adanya pemberitaan sejumlah wartawan diusir saat ingin meliput rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual (verfak) dukungan bakal pasangan calon perseorangan yang dilaksanakan KPU Pasaman Barat (Pasbar), Senin (21/7) kemarin mendapat perhatian dari anggota KPU Sumbar Nova Indra.

Menurut dia, tidak ada larangan bagi wartawan untuk meliput rapat pleno terbuka yang diadakan KPU, karena bersifat terbuka maka publik bisa mengetahui hasil pleno terbuka itu.

"Tidak ada larangan, tapi saya belum tahu persis kenapa insiden dilarangnya wartawan yang ingin meliput rapat pleno terbuka itu," kata Nova Indra kepada media di Padang, Rabu (22/7).

Baca Juga

Atas kejadian itu Nova Indra menyebutkan akan lakukan pengecekan menyangkut kejadian itu kepada KPU Pasbar.

Terpisah, Ketua KPU Pasbar Alharis mencoba mengklarifikasi insiden kecil yang sempat terjadi saat pihaknya melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual (verfak) dukungan bakal pasangan calon perseorangan itu.

"Insiden kecil yang terjadi saat kami ingin melakukan rekapitulasi hasil verfak untuk bapaslon perseorangan bupati/wakil bupati, bukan di saat rekap untuk pilgub," jelasnya.

Sebelum dimulainya rekap hasil verfak bupati/wakil bupati itu, lanjut dia, KPU tentunya ingin tahu siapa-siapa saja petugas penghubung (Laision Officer/LO) dari masing-masing bapaslon perseorangan yang akan hadir dalam rapat pleno itu.

"Begitu masing-masing LO sudah didata, dan akan beranjak keluar ruangan rapat karena acara rekap belum dimulai, rupanya masuk seorang rekan wartawan ke dalam ruangan. Ini kemudian dipertanyakan oleh LO dari salah satu bapaslon, sehingga muncul suasana sedikit gaduh," terang Alharis.

Masih penjelasan Alharis, meski wartawan ini sudah menjelaskan profesinya kepada LO tersebut, tetap saja LO itu nampaknya tidak terima.

"Tidak ingin terjadi cekcok di tempat itu, wartawan ini dengan inisiatifnya meninggalkan tempat rapat tersebut," jelas Alharis.

"Jadi, bukan KPU yang lakukan pengusiran saat rapat pleno yang digelar itu. Bahkan kami dengan wartawan itu sudah pula menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik," pungkas Alharis.

Sebelumnya sempat diberitakan rapat pleno rekapitulasi hasil verfak bapaslon perseorangan yang diadakan KPU Pasbar diwarnai dengan pengusiran beberapa orang wartawan yang ingin meliput rapat pleno yang diadakan di Aula Hotel Guchi, Senin (20/7) malam kemarin.

Komentar