Pengunjung Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Wisata-130 hit 26-07-2020 21:42
Objek wisata budaya Istano Basa Pagaruyuang, Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar. (Dok : Istimewa)
Objek wisata budaya Istano Basa Pagaruyuang, Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Objek wisata Istano Basa Pagaruyuang, di Kabupaten Tanah Datar menerapan protokol kesehatan Covid-19 kepada setiap pengunjung yang datang ke tempat itu.

Pengelola juga mengaku menerapkan hal yang sama bagi petugas dan juga bagi pedagang yang berada di areal objek wisata tersebut.

"Ini kami lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan objek wisata budaya ini," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Istano Basa Pagaruyung, Ridwan di Tanah Datar, Sabtu (25/7).

Baca Juga

Selaku pengelola objek wisata, dia menyampaikan mewajibkan kepada semua petugas, pedagang dan wisatawan untuk patuhi protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

"Bahkan untuk antisipasi sudah dilakukan Tes Swab terhadap seluruh petugas, Alhamdulillah semua negatif," kata Ridwan.

Dirinya juga mengaku bila pengelola objek wisata Istano Basa Pagaruyuang sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan. Namun, kata dia, masih dilakukan pembatasan jumlah pengunjung sekitar 40 orang (bergantian dalam lokasi) untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menjadi penularan Covid-19.

Meski diberlakukan pembatasan, Ridwan mengaku jumlah kunjungan harian masih begitu sepi dibanding sebelum pandemi Covid-19.

"Untuk tingkat kunjungan wisatawan turun hampir 70 persen lebih. Pengunjung yang datang saat ini yang datang hanya wisatawan lokal atau wisata keluarga," ungkapnya.

Masih Sepi Pengunjung

Kondisi menurunnya tingkat kunjungan wisatawan ke objek wisata Istano Basa Pagaruyuang juga dibenarkan sejumlah pelaku usaha di tempat itu.

Mereka seakan sepakat mengatakan sejak Covid-19 merebak pendapatan mereka jauh menurun dari sebelumnya.

Seperti penjelasan Busri, fotografer dari Persatuan Fotografer Istano Basa Pagaruyung, mengakui pendapatannya jauh menurun dibandingkan sebelum adanya Pandemi Covid-19.

"Sepi, sebelum Corona biasanya berkisar dapat penghasilan Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, sekarang paling berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu saja," ucapnya lirih.

Hal senada diungkapkan petugas penyewaan baju adat, Yunisma yang bercerita dampak Covid-19 bagi mereka sangat besar. Ini terlihat dari sepinya peminat yang ingin menyewa baju adat yang disewakan bagi pengunjung.

"Biasanya yang menyewa baju adalah pengunjung dari luar, seperti Malaysia dan beberapa negara lainnya. Tapi sejak Corona pengunjung mancanegara itu sudah tidak ada lagi berkunjung kesini," kata Yunisma.

Harapan Busri, Yunisma dan seluruh pedagang yang menggantungkan usaha di Istano Basa Pagaruyung, Covid-19 segera berlalu dan pariwisata di Tanah Datar bisa kembali menggeliat dan ekonomi masyarakat secepatnya pulih.

Komentar