Tiga Hal Penting Saat Perayaan Idul Adha di Tengah Pandemi

Metro-111 hit 30-07-2020 23:39
Foto insert : Jubir Satgas Penanganan Covid-19 BNPB, Wiku Bakti Bawono Adisasmito. (Dok : Istimewa)
Foto insert : Jubir Satgas Penanganan Covid-19 BNPB, Wiku Bakti Bawono Adisasmito. (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengimbau semua pihak wajib laksanakan protokol kesehatan pada tiga kegiatan utama perayaan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19.

"Tiga kegiatan utama itu adalah penjualan hewan kurban, kegiatan pemotongan hewan, dan pembagian daging kurban, serta penyelenggaraan salat Idul Adha," ujarnya dalam rilis yang diterima Arunala.com , Kamis (30/7).

Pemerintah, sebut dia, telah mengeluarkan berbagai regulasi yang mengatur pelaksanaan perayaan Idul Adha kali ini agar tetap aman dari penularan Covid. Regulasi yang dikeluarkan itu antara lain dari Kementerian Agama dengan Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha, dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Baca Juga

Selanjutnya regulasi Kementerian Pertanian dengan SE Nomor 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19. Terakhir aturan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Fatwa Nomor 36 tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat wabah Covid-19.

Untuk soal penjualan hewan kurban, Wiku menerangkan ada beberapa ketentuan yang wajib diikuti oleh penjual dan pembeli serta tempat yang digunakan untuk menjual hewan kurban. Diantaranya menyangkut ketentuan tempat penjual hewan kurban

"Harus diperhatikan apakah memiliki izin pemda setempat atau tidak. Lalu Mengatur pembatasan waktu, tata letak dan jaga jarak minimal satu meter. Selanjutnya membedakan akses jalan keluar dan masuk," terang Wiku.

Tidak cuma itu, tempat penjualan juga harus menyediakan sarana dan petunjuk cuci tangan pakai sabun (CTPS), kemudian memeriksa suhu tubuh di pintu masuk dan melarang orang sakit masuk ke tempat penjualan.

Sedangkan ketentuan bagi penjual dan pembeli hewan kurban, Wiku menjelaskan ada sembilan hal yang perlu diperhatikan, mulai dari mengoptimalkan penjualan melalui teknologi informasi atau secara daring, penjual atau pekerja dari wilayah lain harus memiliki surat sehat, kemudian menggunakan pakaian lengan panjang, masker atau APD sesuai kebutuhan

Selanjutnya melakukan CTPS atau hand sanitizer, membersihkan lapak dengan disinfektan, menggunakan perlengkapan milik pribadi, menghindari kontak langsung, menggunakan etika batuk, bersih atau meludah yang tepat dan membersihkan diri dan perlengkapan pribadi saat tiba di rumah.

Selanjutnya sambung dia, untuk kegiatan pemotongan hewan kurban yang aman Covid-19 dibagi menjadi dua, yaitu pemotongan yang dilakukan pada Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) dan pemotongan di luar RPH-R.

"Pada masing-masing tempat pemotongan hewan kurban itu sudah dibuatkan panduannya, agar pelaksanaan pemotongan berjalan aman," jelas Wiju.

Selanjutnya terkait panduan salat Idul Adha saat pandemi, ada beberapa hal yang wajib dilaksanakan oleh pengelola masjid maupun jamaah yang melaksanakan ibadah di masjid.

Bagi pengelola masjid, ketentuan yang wajib dilaksanakan, antara lain menyiapkan petugas pengawas penerapan protokol kesehatan, membersihkan dan mendisinfeksi area salat.

Mengatur dan membatasi akses keluar -- masuk, menyediakan fasilitas CTPS dan hand sanitizer, memeriksa suhu tubuh jamaah di pintu masuk, membatasi jarak minimal satu meter dengan tanda khusus, mempersingkat pelaksanaan salat dan kotbah sesuai rukun, dan terakhir tidak mengumpulkan amal dengan pengedaran kotak infaq.

Kemudian bagi jamaah yang melaksanakan salat di masjid, diwajibkan mematuhi beberapa ketentuan pula seperti tubuh dalam kondisi sehat, membawa sajadah atau alas salat pribadi dan menggunakan masker saat melakukan ibadah, serta beberapa hal lainnya sesuai protokol kesehantan.

Terakhir, Wiku kembali menegaskan untuk masjid dan musala mengkampanyekan terutama setelah adzan salat lima waktu terkait dengan 3M, 3S, 3T. (rel)

Komentar