BIM Siap Kembangkan Konsep Aerocity

Ekonomi-76 hit 09-08-2020 15:30
EGM AP II BIM Yos Suwagiono (baju putih) saat paparkan konsep Aerocity bagi BIM dalam FGD yang dilaksanakan di BIM, Jumat (7/8) lalu. (Foto : Amz)
EGM AP II BIM Yos Suwagiono (baju putih) saat paparkan konsep Aerocity bagi BIM dalam FGD yang dilaksanakan di BIM, Jumat (7/8) lalu. (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang Pariaman, Arunala - Pasca ditingkatkan kapasitas tampung penumpang hingga 5 juta orang, kini pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM), PT Angkasa Pura II BIM kini melirik potensi bisnis di kawasannya.

Hal ini terungkap saat dalam focus discasion group (FGD) yang digagas AP II BIM bersama Dinas Pariwisata Sumbar dan kabupaten kota, Otoritas Bandara (Otban) setempat dan juga Dinas Perhubungan Sumbar, di ruang tunggu Kedatangan Internasional BIM, Jumat (7/8) lalu.

Dalam FGD itu, Eksekutif General Manager (EGM) PT AP II BIM, Yos Suwagiono menyampaikan konsep Aerocity ini muncul karena BIM masih punya potensi dikembangkan dari segi lahan.

Baca Juga

"Mengingat BIM bersentuhan langsung dengan tiga daerah yakni Kota Padang, Kabupaten Pariaman Pariaman dan Kota Pariaman, jadi sudah sepatutnya BIM ikut mengembangkan potensinya," papar Yos saat FGD itu.

Dari konsep aerocity yang dibuatnya, Yos ingin jadikan BIM sebagai pusat kegiatan dan pusat ekonomi baru di Sumbar.

"Untuk itu perlu penataan. Kalau soal area sudah kami siapkan. Diprediksi untuk pengembangan sampai kapan pun bisa, yang penting mesti adanya dulu konsep atau perencanaannya," jelas Yos Suwagiono.

Dia menerangkan, konsep Aerocity yang akan dibuatnya di BIM memang sedikit agak beda dengan konsep Aerocity di Bandaran Kertajati, Jawa Barat dan Bandara Kualanamu Medan.

Yos menjabarkan, Aerocity merupakan konsep yang dikembangkan dalam bandara modern yang dapat juga menunjang sektor pariwisata di Sumbar.

"Sebab melalui konsep Aerocity ini juga memberikan kemudahan bagi Dinas Pariwisata dan pelaku wisata dalam menyampaikan informasi pariwiata di Sumbar," ulas Yos.

Dia menuturkan dengan diterapkannya konsep aerocity, maka aktivitas di bandara akan menjadi lebih hidup dan berdampak pada perekonomian mulai dari lapangan kerja hingga peredaran uang.

Konsep aerocity, lanjutnya, perlu dukungan semua pihak terutama soal perluasan lahan, sehingga perlu didukung oleh perda yang harus dibicarakan dengan kepala daerah dan DPRD dan stakeholder terkait.

Komentar