Ris Antoni Mengundurkan Diri sebagai Penerima PKH

Ekonomi-105 hit 28-08-2020 19:45
Ris Antoni, ibu rumah tangga yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH, Jumat (28/8). (Dok : Istimewa)
Ris Antoni, ibu rumah tangga yang mengundurkan diri sebagai penerima bantuan PKH, Jumat (28/8). (Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Merasa dirinya tidak pantas menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), seorang ibu rumah tangga (IRT), Ris Antoni (46), warga Jalan Pramuka Kota Padang menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima program PKH tersebut.

"Banyak pihak menilai yang saya rasa lebih pantas menerima bantuan PKH ini," ujar Ris Antoni kepada media di Padang, Jumat (28/8).

Dia mengakui, dalam tiga tahun belakangan keluarganya memang pernah menerima bantuan PKH itu, namum berkat usaha yang dijalaninya dengan membuka warung di depan kantor KPU Sumbar, secara perlahan kondisi ekonominya ada perubahan membaik.

Baca Juga

"Maka dari itu, saya menilai sudah saatnya saya mengakhiri sebagai penerima bantuan PKH ini, apalagi kedua anak saya sudah tamat kuliah. Tinggal lagi si bungsu yang masih kelas 1 SMA," kata Ris lagi.

Walau belum bisa dibilang sebagai keluarga cukup mapan, namun Ris dan suami, Anton Islami merasa masih banyak keluarga lain yang mungkin lebih pantas menerimanya.

"Kalau dibilang saat ini sudah cukup mapan, ya tidaklah. Sampai sekarang saya masih membuka usaha warung kopi dan makanan. Tapi, Alhamdulillah, cukuplah untuk makan sehari-hari. Apalagi anak bungsu saya sekolah di SMA negeri, sehingga biayanya tidak terlalu besar," ungkap Ris.

Keikhlasan Ris Antoni untuk mengakhiri penerima bantuan PKH, mendapat respon positif dari Anggota DPRD Sumbar, Muhammad Nurnas.

Menurut Sekretaris Komisi I itu, apa yang dilakukan Ris bersama suaminya itu sungguh luar biasa, apalagi di saat banyak masyarakat berlomba-lomba mengurus bantuan pemerintah.

"Sikap ibu Ris ini patut dicontoh masyarakat lain yang selama ini hidupnya jauh lebih baik, tapi tetap saja menerima bantuan yang jelas-jelas diperuntukkan bagi warga kurang mampu tersebut," ungkap Nurnas.

Dirinya mengaku sangat mengenal pasangan suami istri ini. Sepengetahuannya, kehidupan sehari-hari Ris sangat sederhana dan masih jauh dari standar kaya. Bahkan rumahnya biasa-biasa saja.

"Mungkin Ris merasa untuk biaya sehari-hari sudah cukup dari kedai yang dikelola bersama suaminya, walau bisa dikatakan capek pagi habih patang. Tapi saat ini biayanya tak sebesar ketika kedua anaknya masih kuliah. Mungkin ini yang disyukurinya," ujar Nurnas.

Komentar