Target Pendapatan Kabupaten Kepulauan Mentawai Turun

Metro-80 hit 08-09-2020 22:24
Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake bersama DPRD dan tim TAPD kabupaten setempat saat membahas Ranperda Perubahan APBD Mentawai Tahun 2020, Senin (7/9). (Dok : Istimewa)
Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake bersama DPRD dan tim TAPD kabupaten setempat saat membahas Ranperda Perubahan APBD Mentawai Tahun 2020, Senin (7/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Tuapejat, Arunala - Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake mengungkapkan, pandemi virus corona yang terjadi secara global, nasional hingga daerah berimbas pada penurunan target pendapatan pada Perubahan APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai di semester pertama 2020.

Ini disampaikan Kortanus saat menyampaikan Nota Penjelasan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2020 di ruang rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (7/9).

Dalam papat Paripurna yang dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Mentawai, Anggota Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala perangkat daerah dan undangan lainnya.

Baca Juga

Kortanius juga mengatakan selain pandemi, penurunan pendapatan juga dikarenakan adanya kebijakan-kebijakan perubahan diantaranya kebijakan pada pendapatan daerah, kebijakan pada sektor belanja daerah dan kebijakan pada sektor pembiayaan daerah.

"Sebab itu, Pemkab Mentawai melakukan penyesuaian target pendapatan dalam Perubahan APBD 2020," sebut Kortanius.

Berdasarkan estimasi, lanjut dia, total sisi target penerimaan sebelum perubahan yang mencapai Rp975.166.998.964,-, sedangkan di perubahan APBD 2020 sebesar Rp850.462.868.256,-. Terjadi berkurang sebesar Rp124.704.130.707.- atau 12,79 persen.

Kemudian, pada belanja daerah meliputi belanja tidak langsung (belanja pegawai, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa, belanja tak terduga), dan belanja langsung (belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal) alami pengurangan dari Rp1.019.432.615.022,-, menjadi Rp880.413.595.189.- atau sebesar 13,64 persen.

Kemudian terkait belanja tidak langsung pada pos anggaran belanja tak terduga, Kortanius menerangkan terjadi peningkatan sebesar Rp23.321.504.787,- ini terjadi pada saat refocussing kegiatan dan realokasi anggaran digunakan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Selanjutnya pada pos penerimaan pembiayaan daerah pada perubahan APBD 2020 ini mengalami penurunan sebesar Rp14.314.889.125 (32,34 persen) dari semula Rp44.265.616.058, menjadi Rp29.950.726.933.

Selain soal turunnya target target pendapatan, Kortanius juga menyampaikan sangat perlu upaya penajamannya khususnya yang terkait pendapatan asli daerah (PAD).

"Dengan strategi kebijakan sisi pendapatan yang tepat, disertai kesungguhan dalam upaya peningkatan kinerja, akan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan penerimaan daerah secara lebih proporsional," kata Kortanius lagi.

Terakhir Kortanius menekankan, dibawah koordinasi Sekretaris Daerah selaku Ketua TAPD agar menyiapkan data dan bahan dalam pembahasan Ranperda ini.

"Pembahasan Ranperda ini agar dibahas bersama dengan DPRD baik dalam rapat komisi maupun dalam rapat gabungan komisi yang telah diagendakan," kata Kortanius. (rel)

Komentar