PT AP II Makin Perketat Terapkan SOP Protokol Kesehatan

Ekonomi-283 hit 11-09-2020 09:02
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. (Dok : Istimewa/metro.tempo.co)
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten. (Dok : Istimewa/metro.tempo.co)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala -- PT Angkasa Pura II (Persero) kembali terapkan protokol kesehatan secara ketat di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

Langkah ini dilakukan menyusul diberlakukannya kembali status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai 14 September 2020 nanti.

Untuk di Bandara, Protokol kesehatan difokuskan pada jaga jarak (physical distanding), pengecekan kesehatan (health screening), layanan tanpa sentuh (touchless processing), kebersihan fasilitas (facility cleanliness & sanitizing), dan perlindungan terhadap setiap individu di bandara (people protection).

Baca Juga

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan setiap personel di bandara memastikan lima fokus tersebut dapat diwujudkan di setiap bandara termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

"Pengecekan suhu tubuh traveler dijalankan di terminal keberangkatan dan kedatangan, lalu pengecekan surat hasil rapid test dan PCR test dilakukan secara ketat dengan proses antrean yang sangat baik. Di seluruh area bandara juga rutin dilakukan disinfeksi dan disediakan berbagai fasilitas seperti hand sanitizer dan wastafel. Setiap orang di terminal penumpang juga wajib menggunakan masker," kata Awaluddin dalam rilisnya yang diterima Arunala.com , Jumat pagi (11/9).

Protokol kesehatan di dua Bandara itu, sebut Awaluddin, juga dimungkinkan untuk diperketat misalnya dengan penambahan personel aviation security atau customer service, peningkatan frekuensi disinfeksi di area bandara, penambahan titik hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, dan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan dan higienitas bandara.

Pergerakan Penumpang di penerapan PSBB

Adapun pada bulan ini (1 -- 8 September 2020), rata-rata pergerakan penumpang di 19 bandara PT Angkasa Pura II sebanyak 66.032 orang pertama hari.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta rata-rata pergerakan penumpang mencapai 38.852 orang per per hari.

Dalam penerapan kembali PSBB di DKI Jakarta, PT Angkasa Pura II memperkirakan pada pekan depan tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan penumpang di 19 bandara termasuk di Bandara Soekarno-Hatta.

"PSBB penuh di DKI Jakarta pada 14 September nanti ditetapkan setelah ada angka psikologis baru pergerakan penumpang di tengah pandemi. Hal ini berbeda ketika PSBB diterapkan pertama kali yaitu tidak jauh ketika penerbangan di dalam kondisi normal, sehingga terjadi penurunan pergerakan penumpang pada April 2020 cukup signifikan," jelas Muhammad Awaluddin.

Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan juga mulai terjaga berkat berjalannya protokol kesehatan secara ketat yang dijalankan PT Angkasa Pura II dan stakeholder antara lain maskapai, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menuturkan saat ini kondisi penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berada di dalam koridor regulasi yang ditetapkan sesuai dengan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara Nomor SE 13/2020.

Berdasarkan surat edaran tersebut, jumlah penumpang waktu sibuk di terminal bandara maksimal 50 persen. Sementara itu, di Soekarno-Hatta rata-rata baru 35 persen dari kapasitas. Adapun load factor dibatasi maksimal 70 persen, sementara jumlah penumpang pesawat yang berangkat dari Soekarno-Hatta saat ini rata-rata berkisar 52 persen - 54 persen dari kapasitas pesawat.

"Melihat data-data yang ada, Bandara Soekarno-Hatta masih sangat optimal dan maksimal dalam beroperasi dengan mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi ini," jelas Muhammad Awaluddin.

Sedangkan di BIM sendiri, EGM KC BIM Yos Suwagiyono menerangkan saat ini dengan pergerakan penumpang yang masih berkisar 2000-3000 pax per hari, masih akan terus dan tetap menerapkan Protocol Cov-19 secara ketat di BIM.

"Sekarang juga diterapkan di BIM untuk wajib menggunakan masker di area Bandara, sehingga diimbau kepada pengguna jasa bandara untuk selalu menyiapkan masker dan kelengkapan lainnya jika bepergian ke fasilitas publik khususnya Bandara," kata Yos.

Untuk penerbangan saat ini di BIM, lanjut dia, masih di pergerakan 20-30 penerbangan dari hari normal biasanya sampai dengan 80 pergerakan perhari.

Sampai saat ini, khusus di BIM area kedatangan masih tersedia fasilitas swab gratis, yang memungkinkan bagi masyarakat yang jngin melaksanakan PCR Test untuk mengetahui kondisi secara personal. Sedangkan untuk penumpang yang datang dan berangkat hasil rapid test masih dipersyaratkan sebagai dokumen data dukung dalam proses pemberangkatan.

"Untuk PCR Test sendiri, sebagai jawaban atas beberapa pertanyaan dan keraguan masyarakat bahwa untuk berangkat atau datang ke dan dari BIM harus Swab itu tidak benar," tukas Yos Suwagiyono.

Operasional seluruh bandara PT Angkasa Pura II, jelasnya, juga memenuhi Peraturan Menteri Perhubungan No.PM 41/2020 tentang Perubahan Atas Permenhub No.18/2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Peraturan lain yang menjadi pegangan operasional bandara PT Angkasa Pura II adalah Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 9/2020 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7/2020 Tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. (rel

Komentar