Polda Sumbar Tetapkan RS Sebagai Tersangka

Metro-469 hit 18-09-2020 18:57
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (Dok : Istimewa)
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar menetapkan 'RS' pelaku dugaan kasus pencemaran nama baik Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen melalui media sosial di akun facebook sebagai tersangka.

Naiknya 'RS' jadi tersangka dalam kasus itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat dihubungi Arunala.com , Kamis siang (17/9)

"Penetapan 'RS' sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi. 'RS' juga telah diperiksa penyidik Ditkrimsus Polda Sumbar," sebut Satake.

Baca Juga

Kasus ini terang dia, dari penyidikan ditingkatkan prosesnya kepenyelidikan pada 18 Mei 2020 lalu. Dan Polda telah melakukan gelar perkara. Penyidik juga mengumpulkan alat bukti berupa fotokopi screenshot fb milik tersangka," jelas dia lagi.

Meski 'RS' berstatus tersangka, namun Satake menjelaskan, penyidik di Ditkrimsus Polda tidak melakukan penahanan.

"Tersangka kooperatif, hanya dimintai wajib lapor saja ke Ditkrimsus Polda Sumbar," pungkas Satake.

Dia menambahkan, saat ini penyidik Ditkrimsus Polda masih melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

"Secepatnya berkas dilengkapi untuk segera dilimpahkan ke kejaksaan," imbuh dia.

Kasus ini berawal saat Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengadukan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) BPBD Kota Padang 'RS' ke Polda Sumbar terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan melalui akun facebook. Amnasmen mendatangi Mapolda Sumbar pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 10.00 WIB bersama penasihat hukumnya Armadepa dan dua pengacara lainnya.

Amnasmen melaporkan postingan Facebook oknum petugas posko Covid-19 Lubuk Peraku atas nama 'RS'

Menurut Amansmen, tindakan oknum petugas itu diduga melakukan pencemaran nama baik dan menyebarkan informasi pribadi yakni KTP, tanpa seizin pemilik melalui media sosial.

Komentar