Sebulan, 43 Orang Tersangka Ditangkap dan 30 Kasus Narkoba Terungkap

Metro-183 hit 02-10-2020 23:07
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto didampingi Dirnarkoba Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat jumpa pers tentang evaluasi pengungkapan kasus narkoba di Sumbar selama September 2020, Jumat (2/10). (Foto : Dyz)
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto didampingi Dirnarkoba Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat jumpa pers tentang evaluasi pengungkapan kasus narkoba di Sumbar selama September 2020, Jumat (2/10). (Foto : Dyz)

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Selama September 2020 kemarin, Polda Sumbar mengungkap 30 kasus narkoba dan menahan 43 orang tersangka.

Pengungkapan puluhan kasus narkona berikut 43 orang pelaku berasal dari evaluasi ungkap kasus narkoba yang dilakukan Direktorat Narkoba Polda bersama dengan semua jajaran Polres di Sumbar.

"Semua kasus yang diungkap dan ditangkapnya 43 tersangka terjadi selama September kemarin di wilayah hukum Polda Sumbar," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto kepada wartawan saat jumpa pres hasil evaluasi pengungkap kasus Narkoba selama September, di Mapolda Sumbar, Jumat (2/100.s

Baca Juga

Dia menyebutkan, keberhasilan ini bentuk komitmen Polda Sumbar dalam pemberantasan narkoba.

Satake menambahkan, dari tersangka yang ditangkap tersebut, petugas menyita barang bukti sebanyak 91,2 gram sabu ditambah 2.100 gram lagi hasil pengembangan, 110 kg ganja, ekstasi 12 butir ditambah 5.708 butir lagi dari hasil pengembangan.

Sementara, Dirnarkoba Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menyebutkan dari 43 orang tersangka itu, delapan orang diantaranya bandar, 12 orang kurir dan 23 orang sebagai pemakai.

"Untuk bandar akan dijerat Pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun atau seumur hidup kurungan penjara. Kemudian denda satu miliar rupiah hingga Rp10 miliar," ucap dia.

Dalam pengungkapan kasus yang besar itu pihaknya juga mengamankan barang bukti 2 unit kendaraan roda empat, satu unit rumah dan tanah, serta uang tunai berjumlah Rp591.000.000 yang merupakan barang bukti dari sindikat narkoba jaringan Internasional.

"Untuk menangkap warga Negara asing yang DPO narkoba di Sumbar, kami koordinasi dengan Mabes Polri," ujar dia.

Wahyu menambahkan, Kapolri memerintahkan agar seluruh Direktur Narkoba tidak henti-hentinya lakukan pemberantasan narkoba.

"Meski begitu, kami juga mohon dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama berperang melawan narkoba," pinta Wahyu.

Komentar