Tak Swab, Izin Usaha Kuliner di Padang Bakal Dibekukan

Metro-64 hit 26-10-2020 14:00
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Afrian. (Dok : Istimewa)
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Afrian. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang akan memberikan penghargaan dan sanksi pada pelaku usaha rumah makan, cafe dan restoran.

Kebijakan ini diambil Dinas Pariwisata Padang atas adanya surat edaran (SE) Gubernur Sumbar Nomor 360/223/Covid-19-SBR/X-2020 itu, menginstruksikan kepada Wali Kota Padang agar memperketat pengawasan dan penegakan Perda No 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di rumah makan/restoran/kafe dan sejenisnya.

"Bagi pelaku usaha di Padang melakukan swab baik karyawan maupun pemilik usaha diberikan penghargaan, namun sebalik bila tidak akan diberikan sanksi," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Afrian kepada Arunala.com di Padang, Senin (26/10).

Baca Juga

Nanti, sebut Afrian, pihaknya juga akan mengeluarkan stiker atau sertifikat dan rekomendasi dimana karyawan sudah melakukan swab," ungkap dia.

Sementara itu bagi pemilik usaha yang tidak mau karyawan untuk swab gratis, maka izin usaha dibekukan sesuai Perda AKB Nomor 16 Tahun 2020.

"Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Padang memberikan rekomendasi pada

Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) untuk dibekukan izin usaha," ujar dia.

Afrian menyatakan pelaku usaha mendaftarkan nama ke Dinas Pariwisata untuk karyawan serta pemilik dilakukan swab.

"Nantinya nama tersebut diteruskan ke Dinkes. Dinkes telah menyiapkan puskesmas untuk swab. Setelah dapat surat dari Dinkes, karyawan langsung aja pergi ke Puskesmas sesuai dengan alamat terdekat," sebut dia.

Saat ini, jelas dia, terdaftar sudah puluhan karyawan termasuk pelaku usaha melakukan swab.

"Dari pendataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ada sekitar 500 usaha tersebar di Padang," jelas Afrian.

Komentar