.
Sebelumnya sebanyak 271.653 pax (penumpang) di Januari 2019, namun di Januari 2020 jumlahnya turun menjadi 266.406 pax (penumpang). Artinya turun sebanyak 1.93 persen.
Sebaliknya di Februari 2020, jumlah arus penumpang di BIM (datang dan berangkat) menjadi naik dibanding Januari 2019. Semula 223.202 pax di Januari 2019, naik menjadi 235.882 pax atau ada kebaikan sebesar 5.68 persen.
Namun, lanjut Yos, memasuki Maret hingga Mei 2020, baik jumlah pergerakan pesawat maupun penumpang turun drastis.
Bila di Maret 2019, jumlah pergerakan pesawat sebanyak 2.037, namun di Maret 2020 menjadi 1.750 pergerakan atau turun sebesar 14.09 persen. Begitu juga dengan arus penumpang, pada Maret 2019 jumlahnya 246.256 pax, sementara di Maret 2020 sebanyak 192.857 pax.
"Memasuki periode April, terjadi penurunan cukup drastis. Di April 2019 arus penumpang di BIM sebanyak 220.118 pax, sedangkan April 2020 menjadi 45.592 pax terjadi penurunan sebesar 79.29 persen," jelas Yos.
Meski terus alami penurunan dalam dua bulan terakhir, namun Yos bersama manajemen AP II BIM tetap memegang komitmen perusahaannya untuk terus berikan pelayanan kepada penumpang maupun airline di bandara itu.
Jangankan BIM, sebut dia, di Bandara Soetta yang sebelumnya pergerakan pesawarnya per hari mencapai 1.200 pergerakan, namun sejak dua bulan belakangan juga turun menjadi sekitar 200 pergerakan saja per harinya.
"Jadi, mau tak mau kondisi ini harus kami lalui, sebab sebagai pihak bandara, kami tetap berikan pelayanan yang baik bagi customer kami," kata Yos Suwagiyono.


Komentar