.
Nurnas juga menegaskan SINar itu tidak sekadar transparansi pengelolaan dana desa saja. Tapi bisa digunakan untuk berbagai hal mulai dari pelayanan masyarakat hingga menyangkut pengelolaan informasi publik di pemerintahan nagari.
"Bisa juga aplikasi SINar ini menjadi bank data kependudukan yang terintegrasi menuju Satu Data Sumbar. Data menjadi basis pengambilan keputusan di nagari," ujar Nurnas.
Sedangkan Efi Lintau mengatakan pembuatan sistem harus ada satu pemahaman mulai pemerintahan nagari hingga stakeholder se Sumbar.
"Saya merasa terbantu kalau ada back-up dari Sekretaris Komisi 1 DPRD Sumbar ini, karena saat merintis Nagari Cyber dulu, saya selalu terkendala SDM yang mengelolanya. Tapi di dengan adanya SINar ini tentu akan memberi solusi terhadap kendala tersebut," ujar Efi Lintau.
Ketua Panitia Workshop Keterbukaan Informasi Publik Isa Kurniawan mengatakan pelaksanaan workshop FJKIP Sumbar tidak akan dilaksanakan secara asal-asalan.
"Karena dalam workshop nanti ada sebentuk interaksi dan peserta kami minta untuk aktif karena ada penilaian dari pemateri sehingga sertifikat punya bobot kompetensi sebagai pengelola informasi publik," ujar Isa.


Komentar