.
"Harga pemeriksaannya lebih murah ketimbang Rapid Antibody seharga Rp.145 ribu, dan rapid test antigen dengan yang bertarif Rp.200 ribu," katanya.
Disinggung apakah Kimia Farma memonopoli pemeriksaan Covid-19 di bandara, Imamura Ginting menegaskan, Kimia Farma tidak melakukan monopoli dalam hal pemeriksaan Covid-19 di BIM ini.
"Hubungan Kimia Farma dengan Angkasa Pura II sebagai bentuk sinergitas BUMN yang sesuai dengan arahan dari Kementrian BUMN. Kebetulan saja di Sumbar yang ada hanya Kimia Farma saja," tambahnya.
Dia melanjutkan, apabila dalam pemeriksaan GeNose C-19 nantinya didapatkan penumpang dengan hasil positif, maka akan diteruskan pemeriksaan melalui rapid antigen dan PCR.
"Jika calon penumpang ada yang positif, maka ia tidak diperbolehkan terbang. Untuk tiketnya sendiri, penumpang boleh refund atau reschedule penerbangan tanpa dikenakan biaya," jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Laboratorium Klinik Kimia Farma Cabang Padang, Sandra menyebutkan, pihak BIM, dan Otban Padang mendukung pihak Kimia Farma dalam menyediakan layanan GeNose C-19 di BIM.
"Layanan GeNose C-19 di BIM kami buka pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB," kata Sandra.
Menurut dia, laboratorium Klinik Kimia Farma menyiapkan 300 kantong sampel pemeriksaan per harinya, tiga bilik, enam tenaga medis.
"Bila hasil pemeriksaan positif, calon penumpang langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan yakni Swab," ungkap Sandra.


Komentar