.
Sejak diluncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 lalu, dan berlaku efektif secara nasional mulai 1 Januari 2020, penggunaan QRIS sebagai bagian membudayakan pembayaran non tunai, saat ini semakin diminati oleh memasyarakat, dimana Bank Indonesia menargetkan QRIS di tingkat nasional akan mencapai 12 Juta Merchant, sedangkan untuk Sumatera Barat kita menargetkan sebanyak 131 Ribu Merchant, ulasnya.
"Dengan kondisi pandemi covid-19 dimana masyarakat banyak yang khawatir penularan virus, Qris pun menjadi salah satu pilihan utama dalam melakukan transaksi," tuturnya mengakhiri.
Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Nagari, Sania Putra mengatakan bahwa pada era digitalisasi dan industri 4.0 saat ini, pemerintah telah menyatukan transakasi keuangan non tunai melalui QRIS.
"Dengan penerapan QRIS, Bank Nagari membuktikan diri ikut berperan membantu terciptanya ekosistem ekonomi digital dan mensukseskan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang digulirkan pemerintah", jelasnya.
Ia mengungkapkan, Qris Bank Nagari sejak diluncurkan tanggal 12 Maret 2020 yang lalu, Bank Nagari adalah Bank BPD ke dua di indonesia dan pertama di Sumatera untuk implementasi Qris. Sementara untuk Sumbar, Kota Pariaman adalah daerah pertama dari 19 kabupaten kota yang mempunyai Kampung Qris yang berada di Los Lambuang Kuraitaji.
"Empat bulan sejak diluncurkan saja, Qris sudah ada sebanyak 3.000 merchant yang menjadi mitra dan terus tumbuh menjadi 6.700 merchant pada akhir 2020. Total nominal transaksi Qris di akhir 2020, sudah mencapai angka Rp13,9 miliar rupiah, dengan frekuensi rata-rata 20 ribu transaksi per bulan. Pada tahun 2021 ini, Bank Nagari menargetkan akan menambah merchant Qris 11 ribu lagi," tutupnya.


Komentar