Peningkatan Kualitas dan Mutu Pendidikan: Apkasi Edukasi Para Guru di Kota Pariaman

Edukasi- 04-02-2022 13:24
Sekko Pariaman, Yota Balad tukar cinderamata dengan pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli didampingi staf ahli Apkasi bidang pendidikan, Himmatul Hasanah, di Kota Pariaman, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)
Sekko Pariaman, Yota Balad tukar cinderamata dengan pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli didampingi staf ahli Apkasi bidang pendidikan, Himmatul Hasanah, di Kota Pariaman, Jumat (4/2). (Dok : Istimewa)

Pariaman, Arunala - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang diwakili oleh pembina Apkasi, Sokhiatulo Lauli dan staf ahli Apkasi bidang pendidikan, Himmatul Hasanah bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN) adakan audiensi di Kota Pariaman, Jumat (4/2).

Audiensi yang berlangsung di ruang rapat wali kota tersebut disambut Sekretaris Kota (Sekko) Pariaman, Yota Balad. Turut hadir juga Kepala BPKPD Kota Pariaman, Buyuang Lapau, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikpora Yurnal beserta OPD terkait.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi Pemko Pariaman dikunjungi oleh Dewan Pembina Apkasi beserta rombongan. Kota Pariaman adalah salah satu dari ratusan kabupaten dan kota yang dikunjungi dalam rangka penyampaian Program Unggulan di Bidang Pendidikan untuk peningkatan Mutu Guru dan SDM di daerah," ujar Yota Balad.

Yota Balad juga menyampaikan program unggulan Pemko Pariaman "Satu Keluarga Satu Sarjana" (Saga Saja) mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan telah meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Jokowi.

"Program Saga Saja ini berawal dari perhatian walikota pariaman terhadap kondisi masyarakatnya yang miskin, dimana keadaan tersebut menjadi lingkaran setan kemiskinan," terangnya.

"Program ini merupakan pemberian beasiswa kepada keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (vokasi). Biaya mencakup biaya kuliah dan juga biaya hidup selama kuliah ," sambungnya.

Menurut Perwako Nomor 35 tahun 2019, lanjut Yota, tujuan program Saga Saja ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kota Pariaman, dan salah satu cara untuk memberantas kemiskinan di kota itu. Adapun sumber dananya yaitu dari APBD Kota Pariaman, Baznas Kota Pariaman dan sumber lain yang tidak mengikat (CSR).

Kemudian, kota ini juga punya program pendidikan wajib belajar 12 tahun untuk SD dan SMP, sedangkan untuk tingkat SMA, pemko memberikan subsidi dari dana bantuan keuangan khusus (BKK) ke Pemprov Sumbar.next

Komentar