Arosuka, Arunala.com - Keluhan warga Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, tentang rusaknya jaringan irigasi Banda Laweh sejak 2018 lalu mendapat respon dari Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.
Bahkan, Mahyeldi akan segera menurunkan tim teknis untuk tindak lanjuti keluhan yang dialami warga Sirukam itu.
"Saya akan tugaskan Dinas PSDA untuk melakukan pengecekan, agar kita bisa rencanakan seperti apa tindak lanjutnya," ujar Mahyeldi setelah menerima laporan masyarakat pada saat kegiatan peresmian Program Wash Sirukam di Kabupaten Solok, Sabtu (21/1).
Mahyeldi menyampaikan, Pemprov Sumbar melalui Dinas PSDA sangat serius terhadap masalah irigasi, hal tersebut dapat terlihat dari data capaian kinerja sepanjang tahun 2022 kemarin.
"Irigasi yang telah dikerjakan itu antara lain rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 10.239,55 meter, pemeliharaan jaringan irigasi sepanjang 833.801,50 meter, normalisasi sungai sepanjang 6.400 m, pengamanan tebing sungai sepanjang 2.536,20 meter dan pengamanan pantai sepanjang 380 meter," ungkapnya.
"Pemprov Sumbar, sambung Mahyeldi, memiliki komitmen kuat terkait hal ini, apalagi itu menyangkut pertanian, adalah program unggulan (Progul) kami di Sumbar," tegas Mahyeldi lagi.
Sebelumnya, Wali Nagari Sirukam, Romi Febriandi menerangkan, pada tahun 2018 silam pernah terjadi longsor di Nagari Sirukam, hingga mengakibatkan patahnya saluran irigasi Banda Laweh Nagari Sirukam, akibatnya ada 800 hektare (ha) lahan persawahan yang tidak teraliri.
"Nagari Sirukam terdiri dari empat jorong dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 6.000 jiwa, yang mana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani," lanjutnya.
"Harapan kami, pemerintah provinsi dapat membantu perbaikan saluran irigasi ini, agar kami tidak kesulitan lagi mengaliri lahan," harapnya.


Komentar