Tanahdatar, Arunala.com - Desa wisata jadi tren pengembangan alternatif desa pada satu dasawarsa terakhir.
Pasalnya, memberi manfaat besar yaitu dapat meningkatkan ekonomi desa dan juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola desa.
"Sebagai tujuan wisata, desa wisata harus memiliki kesiapan dari segi komponen wisata agar dapat memenuhi kriteria sebagai desa wisata," kata Pegiat Pariwisata Sumbar, Joni Mardianto SS MPar saat menjadi narasumber Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata di Emersia Hotel and Resort Batusangkar.
Pelatihan digelar Dinas Pariwisata Tanahdatar itu berlangsung dari 24 sampai 27 Mei.
Joni Mardianto sendiri menyajikan materi Desa Wisata Dalam Sistem ke Pariwisata.
Ketua DPD GIPI Sumbar ini mengatakan umumnya pengembangan desa wisata hanya sebatas mengarah pada pengembangan potensi alam, sungai, atau gunung. Padahal masih banyak potensi lain yang belum menjadi potensi utama yang perlu diangkat wisata sebagai objek dan atraksi.
"Seperti kuliner, budaya, atau lokalitas masyarakat. Jika ini digarap dengan baik akan menjadi nilai plus bagi desa wisata sendiri," tutur Direktur PT Amanah Triwania Wisata ini.
Dari sisi saya tarik, tutur Joni, potensi pengembangan wisata alternatif ini memberi manfaat. Yakni keaslian dan keunikan masyarakat dipromosikan dan ditingkatkan.
Atraksi adalah pendidikan dan dapat mempromosikan pemenuhan diri.
"Dan warga pun bisa mendapatkan keuntungan dari keberadaan atraksi jika wisatawan tidak hadir," ucap dosen Pariwisata Politeknik Negeri Padang ini.
Dampak ekonomi dari pengembangan wisata alternatif ini; keragaman ekonomi dipromosikan, interaksi antarsektor saling menguatkan.
Pendapatan bersih lebih tinggi dan uang beredar dalam masyarakat secara proporsional.


Komentar