r
Persiapan yang mereka lalui juga tidaklah mudah. Mulai dari membentuk tim, merumuskan gagasan yang akan diangkatkan, analisis produk, seleksi karya, hingga pengurusan izin dan pendanaan. Waktu yang dihabiskan kurang lebih 2 bulan sebelum mempresentasikan idenya.
"Bersyukur, berkat kerja keras dan kerja sama tim, dosen pembimbing, dan dukungan dari pihak kampus kami percaya diri untuk melombakan ide dan Alhamdulillah bawa medali emas," tambah Ridham yang merupakan Gubernur Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.
Hal senada juga disampaikan dosen pembimbing, dr Rauza Sukma Rita PhD yang bangga atas pencapaian anak didiknya. Beliau berharap prestasi ini dapat menularkan energi positif dan menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa lain di lingkungan Universitas Andalas untuk dapat berkarya dan berprestasi. "Unand tidak kekurangan mahasiswa yang cerdas, juga dosen yang luar biasa. Semoga kita makin semangat untuk membanggakan almamater," ucap dr Rauza.
Ke depannya, Ifan, Rahmah, Wahida, Ridham, dan Refa berharap ide ini tidak berhenti di sini saja namun dapat dikembangkan sebagai sebuah produk yang bernilai jual dan bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat karena gambir merupakan salah satu komoditi unggulan dari Sumbar.
"Semoga dengan adanya dukungan dari institusi sebagai pionir riset dan pengembangan, pemerintah selaku pemangku kebijakan dapat mendukung ide seperti ini berkembang. Dan tentunya dukungan sektor swasta dalam bentuk investasi dan modal agar dapat menggerakkan ide luar biasa ini untuk terus maju," harap mereka. (*)


Komentar