.
Selanjutnya, tutur Joni, mampu berbicara dan mengerti bahasa asing dan public speaking yang standar dan terukur.
"Dan memiliki teknik guiding yang memungkinkannya dalam tugas-tugas layanan wisata di destinasi wisata," ujarnya.
Bagaimana cara melakukan interpretasi dalam pemanduan wisata?
Ia menyebutkan pertama persiapan berupa alokasi waktu, identifikasi materi, skala prioritas interpretasi, prosedur dan kelayakan objek kunjungan.
Kedua, exploring point of interest berupa akurasi data, edukatif, dan atraktif sesuai skala prioritas.
"Ketiga memotivasi. Yakni memotivasi peserta tour menemukan inspirasi pelajaran, dan kesan terakhir yang positif," ucap Asesor Pariwisata Indonesia ini.
Joni menekankan wisatawan itu adalah raja. Maka pelajari, kelola, dan jagalah profesionalitas usaha. "Kepada pemandu hendaknya bersikap baik, memiliki integritas dan mau belajar dari pengalaman," tukas Joni. (ril)
Halaman 12


Komentar