Cynthia Utami, Mahasiswi Minang yang Berkuliah di Jerman: Jualan Nasi Padang "Kuali Angek" sembari Kuliah

Metro- 10-09-2023 07:47
Cynthia Utami merekam aktivitasnya jualan nasi padang. (Dok : Istimewa)
Cynthia Utami merekam aktivitasnya jualan nasi padang. (Dok : Istimewa)

.

Cynthia sendiri menjual nasi padang dengan harga per bungkusnya 10 atau sekitar Rp160 ribu dapat dua lauk yakni rendang dan ayam. "Selain nasi Padang, paling banyak orang pesan rendang, ayam lado mudo, ayam kalio dan dendeng. Kita mulai jual dari 250 gr, 500 gr dan 1 kg per menunya," ungkap Cinthya.

Ia bersyukur Alhamdulillah respons sangat baik. Keuntungannya bisa untuk membiayai kebutuhan hidupnya di Jerman.

"Saya melayani pengiriman tidak hanya di Jerman, tapi ke negara Eropa di luar Jerman," ucapnya.

Keinginan kuatnya ingin memiliki usaha kuliner dan alhamdulillah penjualan di Jerman juga bagus, akhirnya dicarilah nama brand yang ada bahasa Minang. Akhirnya jatuh pilihan nama brand kuali angek.

"Sekaligus ini juga menjadi doa dan harapan bahwa kita akan sering masak orderan karena kuali kita selalu panas," tuturnya.

Chynthia juga mengatakan dia sendiri tidak pernah belajar memasak. Kepiawaiannya itu berdasar pengalaman semasa kecil membantu mama atau nenek atau tante masak di dapur.

"Hanya bantu motong-motong ataungupasbawang doang, bukan yang beneran masak," ujarnya.

Sampai di Jerman, kata Cynthia, karena kangen masakan rumah juga akhirnya coba masak sendiri aja. "Awalnya masih nanya bumbu apa-apa aja ke nenek atau tante atau mama. Pas masak ya experiment sendiri soalnya resep yang dikasih juga ga ada takarannya. Cuma dikasih tau bahan dan bumbu aja," ungkapnya.

Dari pengalaman tersebut, menurut Cynthia bisa mendapatkan pengalaman berbisnis yang langka bagi mahasiswa.

Sedikit banyaknya juga meringankan orang tua dengan mencari penghasilan sendiri saat kuliah untuk tambahan uang jajan.

"Dengan usaha ini, saya bisa menambah relasi. Juga mengharumkan dan memperkenalkan diri sebagai orang Minangkabau," tukasnya. (ril)

Komentar