.
Apalagi, masyarakat Minang dikenal sebagai kelompok masyarakat yang berbudaya. Karena itu, sudah semestinya, jika keluarga besar Gebu Minang selalu menjaga dan mempertahankan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang orang Minang.
"Orang yang berbudaya, senantiasa terpanggil untuk menjaga dan melestarikan budayanya sendiri. Demikian itulah semestinya tekat seluruh masyarakat Minang terhadap budayanya sendiri," kata Oso lagi.
Diharapkan, forum penting ini bisa jadi referensi untuk program Gebu Minang dan kebijakan pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi dan budaya demi kemajuan Sumbar.
"Forum rembuk ranah dan rantau ini mencari formula terbaik guna mendorong Gebu Minang berkontribusi untuk membangun Sumbar, terutama bidang ekonomi dan budaya yang menjadi khitah organisasi ini ," kata Oso.
Sejak berdiri tahun 89, diharapkan para tokoh ranah dan rantau mampu merefleksikan keberadaan Gebu Minang dari masa ke masa. Bagaimana potret Gebu Minang dulu, kini dan nanti kontribusinya bagi generasi masa depan Sumbar dalam bidang ekonomi dan budaya. (cpt/*)


Komentar