Padang, Arunala.com - Sebuah pagelaran musik yang kombinasikan musik akustik dan musik tradisional yakni saluang panjang (saluang darek) ditampilkan sacara apik di pentas ekspresi seniman dalam acara Setahun Panggung Ekspresi Seniman Sumbar, yang diadakan di Taman Budaya Sumbar, Jalan Diponegoro Padang, Selasa malam (26/12).
Awalnya, acara yang diadakan Forum Perjuangan Seniman Sumatera Barat (Sumbar) ini, diisi dengan pameran lukisan di galeri lukisan di Taman Budaya, lalu menjelang sore diisi dengan pentas seni musik akustik dari KPJ Sakato Sumbar.
Pantauanarunala.com di lokasi acara, kelompok KPJ Sakato Sumbar yang tampil hari itu dengan beranggotakan delapan personel masing-masing Ridho (Drum), Chene (Gitar 1), Dhino (Gitar 2), Jhon (Bass), lalu ikhsan (Perkusi), serta Doni, Baron dan Fira (Vokalis) terlihat ringan, riang dan memukau.
Pementasan yang ditampilkan KPJ Sakato Sumbar ini cukup membuat pengunjung di Taman Budaya Sumbar itu bisa merasakan alunan musik akustik yang cukup membuat telinga nyaman mendengarkannya.
Beberapa lagu yang hits di era 80 an didendangkan para vokalis KPJ Sakato Sumbar itu, bahkan lagu minang yang diaransemen secara musik akustik juga terlihat cukup baik mereka bawakan.
Namun yang paling menarik dan cukup memukau pengunjung ketika kolaborasi musik tradisional saluang berpadu dengan musik akustik. Ada nada yang saling mengisi diantara kedua seni musik itu.
Bahkan ketika seniman saluang, Hasan menyanyikan lagu minang berjudul "Si Fulan" nyatanya bisa diiringi dengan apik para pemain musik akustik, sehingga menghasilkan sebuah seni musik yang kompak dan dinamis, tanpa menghilangkan seni tradisional saluang-nya.
Menariknya lagi, sejumlah seniman Sumbar yang juga hadir di Taman Budaya Sumbar itu seakan mendapatkan "Ruh" baru. Hati mereka seakan diisi oleh energi baru. Yang lebih pastinya, eksistensi para seniman Sumbar ini hidup kembali. (cpt)


Komentar