Padang, Arunala.com - Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Dr Ir Isma Yatun MT CSFA meminta Universitas Andalas dan perguruan tinggi lainnya untuk mampu mencetak generasi muda yang berkompeten, berintegritas dan berwawasan kebangsaan. Sehingga Indonesia Emas 2045 dapat direalisasikan.
"Kondisi saat ini generasi milenial dan generasi z mengisi komposisi sebagian besar kursi mahasiswa. Tak terkecuali Universitas Andalas," kata Ketua BPK RI Dr Ir Isma Yatun MT CSFA saat menjadi narasumber Kuliah Umum bertema "Menuju Indonesia Emas 2045: Membangun Generasi Muda yang Berkompeten, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan: Perspektif Badan Pemeriksaan Keuangan di Auditorium Unand, Jumat (8/3).
Kuliah Umum yang dimoderatori Wakil Rektor II Unand Dr Khairul Fahmi SH MH ini turut dihadiri Ketua MK Dr Suhartoyo SH MH, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Dr Saldi Isra SH MPA, Wakil Rektor, civitas akademika dan wisudawan-wisudawati Unand.
Untuk mengoptimalkan output dan outcome yang dihasilkan, tegas Isma Yatun, maka Universitas Andalas dan perguruan tinggi lainnya harus mampu menyesuaikan proses pembelajaran dalam ruang-ruang pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik serta keunikan generasi milenial dan generasi Z.
Ia mengatakan generasi milenial dan generasi Z ini merupakan the digital native generation. Ibaratnya mereka bernapas dengan teknologi. Justru ini mereka memiliki kesadaran dan komitmen untuk mendorong masa depan lebih maju dan berkelanjutan.
"Jadi kita harus selalu berpikir positif dengan kemajuan teknologi itu justru lebih memudahkan edukasi. Dan mereka biasa sadar atas keberagaman karena mendapatkan informasi secara global. Mereka lebih mudah berbahasa Korea dibanding berbahasa Padang suku-suku tertentu," ungkap Isma Yatun.


Komentar