KPU Mengaku Tetap Perhatikan Kelompok Disabiltas

Metro-78 hit 20-11-2020 12:56
Sebagian anggota dari Kelompok Disabilitas di Sumbar saat lakukan simulasi pemilihan pilkada dalam sosialisasi yang diadakan KPU Sumbar, Kamis (19/11).  (Foto : Derizon)
Sebagian anggota dari Kelompok Disabilitas di Sumbar saat lakukan simulasi pemilihan pilkada dalam sosialisasi yang diadakan KPU Sumbar, Kamis (19/11). (Foto : Derizon)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumbar menyayangkan masih ada penyandang disabilitas di Sumbar yang tidak masuk dalam pemilih baik setiap Pemilu dan Pilkada.

Penjelasan itu dikemukakan Ketua HWDI Sumbar Elvi Yenita kepada Arunala.com di sela-sela acara sosialisasi pilkada serentak 2020 bagi kelompok Disabilitas dan berkebutuhan khusus yang diadakan KPU Sumbar, di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (19/11).

"Berdasarkan data HWDI Sumbar masih ada penyandang disabilitas tidak menjadi pemilih," kata Elvi kepada Arunala.com hari itu.

Baca Juga

Menurut dia, KPPS tidak memasukan nama-nama kelompok disabilitas untuk menjadi pemilih.

"Ini sangat disayangkan sekali, padahal kelompok disabilitas memiliki hak memilih dan dipilih dalam Pilkada ini. Kelompok berkebutuhan khusus juga memiliki hak untuk menyalurkan aspirasi politiknya," ungkap dia lagi.

Disamping itu lanjut dia, untuk sosialisasi pada kelompok disabilitas juga dirasakan masih kurang.

Sejatinya kelompok disabilitas butuh informasi dan pemahaman tata cara memilih di TPS.

Ketika di TPS, tutur Elvi, kelompok disabilitas kesulitan akses, contoh ketika dari tuna netra tidak tahu huruf braile dimana tidak pernah belajar braile, sementara petugas di TPS tidak memahami kertas suara braile tersebut, sehingga kertas suara braile tidak terpakai.

"Secara otomatis hak suara dari tuna netra hilang. Bisa dikhawatirkan kertas suara tersebut disalahkan gunakan," tegas dia. Belum lagi soal kelompok disabilitas gunakan kursi roda, bila lokasi TPS tidak datar tentunya menyulitkan dalam memberikan hak suara di TPS.

"Untuk itu, KPU Sumbar agar bisa memastikan kepada pihak KPPS untuk memperhatikan hal tersebut," imbuh Elvi Yenita.

Sementara itu Komisioner KPU Sumbar Izwaryani menyebutkan, KPU Sumbar tetap memperhatikan pada kelompok Disabilitas agar dapat menggunakan hak suara pada Pilkada 2020.

"Demokrasi memiliki prinsip bahwa setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam pemerintahan, begitu juga bagi para penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas memliki hak politik untuk memilih dan dipilih dalam tata pemerintahan,"kata dia.

Menurut dia, KPU Sumbar mengupayakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) bisa diakses oleh kelompok disabilitas agar bisa menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia.

"KPU akan sesuaikan pelayanan di TPS sesuai jenis disabilitas masing-masing. Kita sudah punya catatan di daftar pemilih kita di TPS mana saja ada disabilitas apa saja," kata Izwaryani.

Komentar