Coba Merefleksikan Kondisi Bank Nagari Terkini

Metro-258 hit 07-01-2021 12:16
Penulis buku
Penulis buku "Mampasampik Baju Lapang", Two Efly menyerahkan buku yang ditulisnya kepada Ketua KI Sumbar Nofal Wiska, Rabu (5/1). (Foto : Arzil)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Berbekal pengalaman sebagai jurnalis di Harian Padang Ekspres yang dilakoninya selama 22 tahun, membuat seorang Two Efly mencoba tantangan baru dengan "membenamkan" diri pada dunia menulis buku.

Dari ketekunan dan kemauan keras yang dia tanamkan pada dirinya, hingga akhirnya Two Efly melahirkan sebuah karya berbentuk buku berjudul "Mampasampik Baju Lapang".

Dunai menulis buku memang hal baru yang digeluti Two Efly, namun dia tetap mencobanya agar bisa menghasilkan sebuah karya buku yang diharapkan bisa menjadi bahan referensi bagi banyak kalangan.

Baca Juga

"Saya terpacu untuk menulis buku setelah saya mendapat telepon dari Khairul Jasmi yang akrab dipanggil Pres KJ, yang merupakan salah seorang wartawan senior di Sumbar pada tahun lalu," kata Two Efly ketika diwawancari Arunala.com , di Padang, Rabu (6/1).

Waktu itu, sebut Two Efly, Pres KJ bilang percuma jadi wartawan hebat selama puluhan tahun, kalau cuma mengandalkan kliping koran yang memuat berbagai tulisan, opini atau esai yang dibuat pernah Two Efly ini.

"Mau diapakan kliping koran itu, haruskah kita mencari dulu kliping koran yang pernah memuat tulisan kita, untuk kemudian diperlihatkan kepada anak cucu kita nantinya. Bagusnya buatlah sebuah buku sebagai karya kita dan itu akan bertahan lama," ujar Two Efly yang menirukan penjelasan Pres KJ itu.

Dengan terus terang dia menyebutkan setelah mendapat "sentilan" dari wartawan senior yang sudah melahirnya banyak karya buku itu, sempat membuat dirinya terpana.

"Tapi apa yang dikatakan Pres KJ itu benar adanya, dan kenapa tidak dicoba," ulas pria yang pernah menjadi Pimpinan perusahaan Padang Ekspres itu.

Sejak saat itu, aku dia, mulai lah dirinya mengumpulkan kembali semua tulisan yang pernah dipublikasikan oleh berbagai media cetak terkhususnya di Harian Padang Ekspres.

Satu per satu kembali file tulisannya dikumpulkan, lalu merangkumnya bahkan ada yang ditambah isi tulisannya. Two Efly menerangkan, untuk menghasilkan sebuah karya buku itu butuh waktu satu tahun lamanya.

Dia bersyukur sekali sebab dalam masa pandemi Covid-19 tahun kemarin memberi dia peluang untuk lebih fokus menyelesaikan bukunya itu.

"Alhamdulillah, akhirnya buku berjudul Mampasampik Baju Lapang yang saya buat tuntas juga, dan siap dilaunching," tukas Two Efly.

Lebih Banyak Soal Bank Nagari

Dalam buku Mampasimpik Baju Lapang itu, berisikan kumpulan esai ekonomi dan politik Sumbar dalam beberapa tahun belakang yang ditulis Two Efly.

Namun hal menarik yang dituliskan Two Efly dalam bukunya itu lebih banyak mengupas soal Bank Nagari, ini mengingat kondisi Bank milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang direncanakan akan beralih dari Bank konvensional menjadi Bank Syariah.

"Dari buku setebal 247 halaman yang saya buat itu, ada 10 Bab yang mengupas kondisi dan perjalanan Bank Nagari di Sumbar," Two Efly menyebutkan.

Untuk saat ini, lanjut dia, buku berjudul Mampasampik Baju Lapang ini sudah dicetak sebanyak 650 buah buku dan siap diedarkan.

Komentar