Delapan Meninggal, Ratusan Warga Luka-Luka

Metro-332 hit 15-01-2021 14:33
Kondisi Hotel Maleo di Mamuju yang rusak berat akibat gempabumi yang menggundang kabupaten itu, Jumat dini hari (15/1). (Dok : Istimewa)
Kondisi Hotel Maleo di Mamuju yang rusak berat akibat gempabumi yang menggundang kabupaten itu, Jumat dini hari (15/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala -- Gempabumi 6,2 magnitude yang mengguncang Kabupaten Majene, Jumat dini hari tadi (15/1), memakan korban jiwa, dan ratusan warga alami luka-luka, serta puluhan bangunan rusak parah dan sedang.

"Laporan dari BPBD Kabupaten Majene, ada delapan orang warga meninggal, dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka, akibat gempa yang terjadi Jumat dini hari tadi," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui rilisnya yang diterima Arunala.com , Jumat siang (15/1).

BPBD setempat, sebut Raditya, terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Dia menjelaskan, data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Menyangkut bangunan yang rusak akibat gempa, Raditya menginformasikan setidaknya ada 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor Danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene--Mamuju.

Selain Majene, dampak gempa juga dirasakan pada kabupaten tetangganya yakni Kabupaten Mamuju. Didapat informasi, BPBD Mamuju menyebutkan kerusakan berat (RB) di kabupaten ini antara lain terjadi pada Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market.

"Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan," imbuh Raditya.

BNPB memonitor upaya penanganan darurat di lapangan dilakukan oleh berbagai pihak, seperti BPBD, BNPP/Basarnas, TNI, Polri, sukarelawan dan mitra terkait lainnya.

Kebutuhan yang diinformasikan oleh BPBD setempat berupa sembako, selimut dan tikar, tenda pengungsi, pelayanan medis, terpal, alat berat/eksavator, alat komunikasi, makanan siap saji dan masker.

BNPD Distribusikan Logistik

Sementara itu, pada Jumat pagi (15/1), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk segera melakukan peninjauan ke lokasi terdampak gempabumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Di samping itu, lanjut Raditya, BNPB turut mendistribusikan bantuan dalam penanganan bencana gempabumi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

"Bantuan yang didistribusikan pada dua kabupaten itu antara lain delapan set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, lima unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu, dan 30 unit Genset 5 KVA," kata Raditya Jati.(*)

Komentar