Novrial: Bisa Jadi Andalan Destinasi Kelas Dunia Masa Datang

Wisata-313 hit 14-02-2021 10:27
Salah satu destinasi geopark gua batu yang ada di Kabupaten Solok Selatan. Kawasannya bersama tiga tempat lainnya sudah diajukan Dinas Pariwisata Sumbar ke Unesco untuk dijadikan kawasan wisata dunia. (Dok : Istimewa)
Salah satu destinasi geopark gua batu yang ada di Kabupaten Solok Selatan. Kawasannya bersama tiga tempat lainnya sudah diajukan Dinas Pariwisata Sumbar ke Unesco untuk dijadikan kawasan wisata dunia. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala -- Selain sudah memiliki tiga kawasan memiliki tiga geopark nasional, Maninjau, Sawahlunto, dan Silokek, kini di Sumbar aka nada lagi empat kawasan geopark baru yakni, Talamau (Kabupaten Pasaman Barat), Harau ( Kabupaten Limapuluh Kota), Singkarak Kabupaten Solok, dan Kabupaten Solok Selatan.

Adanya calon geopark baru itu ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial seusai mengikuti diskusi yang diadakan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di Padang, Sabtu (13/2).

"Sumbar ini miliki potensi wisata yang komplek. Salah satunya adalah potensi wisata geopark," kata Novrial.

Baca Juga

Menurutnya, wisata geopark ini sudah menjadi substansi dalam RIPKP Sumbar 2014 - 2025 dan RPJMD Teknokratik 2021 - 2026, serta sudah mendapatkan dukungan dari Menparekraf saat bertemu dengan Gubernur Sumbar di Jakarta tanggal 4 Februari 2021.

Dia melanjutkan, empat calon wisata geopark nasional yang disebutkan tadi, In Syaa Allah dalam tahun ini akan diajukan menjadi satu paket Unesco Global Geopark (UGG).

"Dokumen pengajuannya ke UGG sedang kami disusun dengan melibatkan akademisi, pegiat pariwisata dan insan media seperti JPS," ujar Novrial lagi.

Dia beralasan kenapa dinasnya menjadikan wisata geopark menjadi andalan wisata Sumbar untuk kedepannya, karena dirinya melihat paradigma orang yang berwisata saat ini mulai bergeser.

"Paradigma baru pariwisata itu adalah peralihan dari wisata massal (mass tourism) menjadi wisata berkualitas (quality tourism), utamanya untuk meningkatkan jumlah kunjungan, lama tinggal dan belanja wisatawan yang akan diterima langsung masyarakat di sekitar objek," tukas Novrial.

Dia juga menilai, wisatawan yang datang ke Sumbar, khususnya dari manca Negara, nantinya akan mempunyai pilihan destinasi wisata yang akan mereka kunjungi, dan dengan adanya geopark ini tentunya akan jadi pilihan menarik bagi mereka untuk dikunjungi karena objek wisata di geopark itu sudah tentu tidak akan ada di negaranya.

Diurai Novrial, empat tempat wisata geopark baru di Sumbar itu memiliki masing-masing view yang indah, misal Gunung Talamau dengan 13 telaga di puncaknya.

Kemudian kawasan Harau dengan dinding lembah yang indah akibat pergeseran kerak bumi, lalu Singkarak yang merupakan pusat patahan simangko, Talang dengan panorama kelas dunia dengan view lima danau, serta gua batu kapal di Solok Selatan yang mempesona.

Dia mengungkapkan dengan ada tujuh geopark (termasuk empat geopark yang baru, red) yang diusulkan ke Unesco itu bernama Geopark Ranah Minang (GRM).

"Alasan Novrial kenapa objek wisata geopark itu diusulkan ke Unesco karena indikatornya masuk kriteria badan dunia itu. Soalnya kami mengangkat tema untuk geopark Sumbar itu yakni "Bukti Patahan Besar Sumatra" atau "The Great Sumatra Faul"," ujar Novrial.

Dirinya juga menyakini dengan tujuh geopark itu jika dipersiapkan dengan baik akan mengangkat nama Sumbar menjadi destinasi kelas dunia yang diperhitungkan.

Sedangkan Akademisi Unand, Sari Lenggogeni menilai rencana yang dibuat Dinas Pariwisata Sumbar sebenarnya yang dicari turis.

"Tapi faktanya justru terkesan miris, hanya ada dua kota dari 19 kota dan kabupaten di Sumbar yang RPJM-nya memasukan konsep pariwisata untuk pembangunan daerahnya. Ini tantangan kita semua. termasuk para jurnalis mesti memberikan kritikan dan masukan atas ketidaksinkronan RPJM.antar daerah di Sumbar agar menjadikan pariwisata sebagai triger pertumbuhan ekonomi," ujar Sari.

Sementara Anggota DPRD Sumbar, Muhammad Nurnas mengatakan rencana besar Novrial itu sesuatu yang sangat mungkin diujudkan.

"Saya katakan GRM bisa, tapi melihat komitmen daerah di Sumbar memang butuh kerja keras, sinergisitas dan intgeralitas antar kota dan kabupaten masih jauh panggang dari api," ujar Nurnas.

Komentar