Pusat Setujui Sejumlah Proyek Usulan Gubernur se Sumatera

Ekonomi-348 hit 24-02-2021 12:44
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa saat Rakorgub se Sumatera secara virtual, Selasa (23/2) kemarin. (Dok : Istimewa)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa saat Rakorgub se Sumatera secara virtual, Selasa (23/2) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa membuka acara Rakorgub, dalam rangka penyusunan RKP tahun 2022 untuk wilayah Sumatera, yang digelar secara virtual, Selasa, (23/2).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN menyebutkan faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, diantaranya ada yang diklasifikasikan sebagai faktor penghambat dan faktor penghambat utama.

"Faktor penghambar utama pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh yaitu infrastruktur, faktor penghambat lainnya adalah daya saing ekonomi, fiskal dan inflasi serta regulasi dan institusi. Sementara itu di Sumut, faktornya fiskal dan inflasi serta regulasi dan institusi menjadi penghambat utama, faktor penghambat lain adalah daya saing ekonomi," ujar Suharso.

Baca Juga

Dirinya menjelaskan, faktor penghambat utama pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) adalah regulasi dan institusi, sementara faktor penghambat lainnya adalah aspek pembiayaan, daya saing ekonomi, fiskal dan inflasi serta SDM ketenagakerjaan," tuturnya.

Sedangkan, faktor penghambat utama pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau adalah SDM kesehatan, faktor penghambat lainnya adalah aspek pembiayaan.

Sementara untuk Riau, Suharso menyebutkan aspek pembiayaan dan infrastruktur menjadi penghambat utama, sementara aspek penghambat lainnya adalah SDM ketenagakerjaan.

Bagi Provinsi Jambi, faktor penghambat utama pertumbuhan ekonominya adalah infrastruktur, aspek penghambat lainnya adalah aspek pembiayaan dan SDM ketenagakerjaan.

Bagi Bengkulu, lanjut menteri ini, faktor penghambat utamanya pertumbuhan ekonominya adalah fiskal dan inflasi, aspek penghambat lainnya adalah aspek pembiayaan, daya saing ekonomi, dan SDM ketenagakerjaan

"Di Kepulauan Bangka Belitung SDM pendidikan serta fiskal dan inflasi menjadi faktor penghambat utama, faktor penghambat lainnya adalah aspek pembiayaan," ucap Menteri.

Dia melanjutkan, faktor penghambat utama pertumbuhan ekonomi di Sumsel adalah SDM, pendidikan dan infrastruktur, faktor penghambat lainnya adalah aspek pembiayaan dan SDM ketenagakerjaan.

"Di Lampung, fiskal dan inflasi serta infrastruktur menjadi faktor penghambat utama. selain itu, aspek pembiayaan dan SDM ketenagakerjaan menjadi faktor penghambat lain," tukasnya lagi.

Selain menyampaikan faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah, Suharso juga menyebutkan proyek usulan gubernur yang disetujui oleh pemerintah pusat, diantaranya adalah Aceh, yaitu dukungan kawasan industri Aceh Ladong, yaitu pembangunan Jalan Lintas Tengah: Jalan Jantho -- Keumala dan dukungan Kawasan Industri Aceh Ladong yaitu pembangunan Jalan Lintas Tengah: Jalan Geumpang - Pameu.

Proyek usulan gubernur yang disetujui pemerintah pusat di Sumut adalah LRT dan BRT Mebidangro, pengembangan Wilayah Metropolitan Medan: Air Minum Regional.

"Sementara itu di Sumbar, yaitu Pembangunan Jalan Teluk Tapang (Bunga Tanjung - Teluk Tapang, termasuk pembangunan jembatan), Pembangunan Jalan Trans Mentawai: (Ruas Sioban -- Katiet), Peningkatan Jalur Kereta Api di Sumbar (Pulau Aia Padang - Pariaman, Padang - Bukit Putus, Kayu Tanam - Batu Tabal): Jalur kereta api Padang - Pariaman," kata dia.

Proyek usulan yang disetujui di Riau adalah, jalan akses Pelabuhan Kuala Enok, pembangunan pengaman Pantai Pulau Terluar Indonesia.

Sementara itu, di Provinsi Bengkulu pembangunan pulau terluar yaitu Pulau Enggano (Bandara dan Pelabuhan), pengembangan Pulau Malakoni, pembangunan pulau terluar yaitu Pulau Enggano (Bandara dan Pelabuhan): Pengembangan Pulau Kahyapu, Pengembangan Bandara Pulau Enggano.

Proyek usulan yang disetujui pemerintah pusat di Kepulauan Bangka Belitung adalah Pelabuhan Tanjung Ular, pembangunan Jembatan Nibung 1-2, pengembangan kawasan lada.

Sementara itu, di Provinsi Sumatera Selatan adalah percepatan pembangunan Tol Palembang-Betung.

"Untuk Lampung, proyek usulan yang disetujui pemerintah pusat adalah SPAM di Lampung (Pembangunan Sarana Prasarana SPAM Regional), revitalisasi kawasan tambak dipasena, perbaikan jalan nasional ruas simpang penawar rawajitu, revitalisasi kawasan tambak dipasena dan rehabilitasi saluran tambak pengadaan alat pengadaan alat berat," pungkasnya. (*)

Komentar