244 Kamera ETLE Dipasang di Sejumlah Titik

Metro-156 hit 23-03-2021 22:36
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan pemberlakuan ETLE nasional tahap 1 secara virtual di gedung NTMC Polri, Selasa (23/3).  (Dok : Istimewa)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan pemberlakuan ETLE nasional tahap 1 secara virtual di gedung NTMC Polri, Selasa (23/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Jakarta, Arunala - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan pemberlakuan tilang elektronik atau Elektronic Traffic Law Enforcement (ETLE) nasional tahap 1.

Dalam peresmian LTLE tahap 1 yang digelar gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (23/3) itu, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari itu.

Turut hadir di peresmian itu antara lain Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, dan Jaksa Agung TB Hassanudin yang sekaligus menyaksikan penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Selain itu hadir juga Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lainnya serta jajaran Dirlantas se-Indonesia juga hadir secara virtual.

Program ETLE ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kehadiran tilang elektronik nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Dirinya ingin masyarakat lebih waspada dalam waspada karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

"Kenapa ini dilakukan? Ini adalah bagian dari upaya kita untuk meningkat program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, tentunya perlu ada upaya-upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan," kata Listyo Sigit Prabowo saat peresmian secara virtual itu.

Dii sisi Polri, Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat ETLE. Dirinya berharap sistem ETLE dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

"Di sisi kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kami terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum kepolisiian, khususnya lalu lintas di jalan, tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat yang tentunya kami sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang," jelas Kapolri lagi.

Sebagaimana diketahui, ETLE nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem ETLE juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem ETLE.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan ETLE bisa rampung di 34 Polda.

Istiono mengatakan sistem ETLE terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

"Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya. Akan kami bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 April nanti, kami resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kami laksanakan," ujar Isitiono.

Secara teknis di lapangan Polri terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 Polda nanti terpasang semua.

"Di semua titik yang perlu kami pasang ETLE tentunya berdasarkan mapping dan analisis kami. Titik mana yang paling krusial dan perlu dipasang ETLE di situ," sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan ETLE nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran ETLE.

"Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismenya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu," tuturnya.

"Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri," lanjut dia.

Berikutt 12 Polda yang menerapkan ETLE tahap 1 :

1. Polda Metro Jaya

2. Polda Jawa Barat

3. Polda Jawa Tengah

4. Polda Jawa Timur

5. Polda Jambi

6. Polda Sumatera Utara

7. Polda Riau

8. Polda Banten

9. Polda D.I.Y

10. Polda Lampung

11. Polda Sulawesi Selatan

12. Polda Sumatera Barat

Komentar