Satu Siswi SMK di Padang Pariaman Terpapar Covid-19

Metro-1127 hit 31-03-2020 15:53
ilustrasi virus corona/copyright by diy13 (Shutterstock)
ilustrasi virus corona/copyright by diy13 (Shutterstock)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Padangpariaman, Arunala - Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padangpariaman dikejutkan dengan ditemukannya satu siswi salah satu SMK di kabupaten itu positif terpapar virus corona (Covid-19).

Informasi yang didapat Arunala.com , siswi ini sebelumnya sempat memeriksakan diri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman. Itu dilakukan siswi setelah dirinya pulang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) di salah satu hotel di Kota Bukittinggi, dan baru selesai tiga atau empat hari belakangan.

Adanya satu pasien positif Covid-19 di kabupaten itu dibenarkan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni yang dihubungi, Selasa siang (31/3).

Baca Juga

"Memang kami temukan satu pasien positif, dan saat ini pasien tersebut sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya di salah satu jorong di Kecamatan Sintoga," kata Ali Mukhni.

Sedikit diulas Ali Mukhni, adanya satu warga Padangpariaman terpapar Covid-19, setelah pihaknya baru dapat kabar dari hasil resmi laboratorium Unand yang menyatakan bahwa pasien ini positif Covid-19, Selasa pagi (31/3).

Padahal, lanjut bupati, pasien tersebut telah mengecekkan dirinya dan mendapat perawatan beberapa hari karena masuk kategori ODP di RSUD Pariaman.

"Namun dari hasil pemeriksaan di rumah sakit itu menyatakan si pasien ini negatif Covid-19 dan lalu memulangkan pasien ini ke rumahnya. Tapi setelah keluar hasil lab Unand Selasa pagi (31/3), menyatakan pasien tadi malah positif Corona," imbuh Ali Mukhni.

Melihat kenyataan itu, tahap awal penanganan yang dilakukan pemkab yakni melakukan isolasi di rumah pasien.

"Saat ini saya bersama sekda dan instansi terkait lainnya sedang mencari jalan mau dibawa kemana pasien ini akan diisolasi dan menjalani perawatan. Sebab kita tahu Rumah Sakit M Djamil Padang, dan Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi ruangan isolasinya sudah penuh," jelas Ali Mukhni lagi.

Untuk sementara, lanjutnya, pasien diisolasi dulu di rumahnya, sambil menunggu keputusan rapat yang kami lakukan saat ini (Selasa siang, red).

Komentar