Diskominfo Pariaman Ikut Rakor Nasional

Metro-23 hit 05-01-2021 15:31
Rapat Koordinasi (Rakor) strategi komunikasi publik vaksinasi Covid-19 se Indonesia, Selasa (5/1). (Dok : Istimewa)
Rapat Koordinasi (Rakor) strategi komunikasi publik vaksinasi Covid-19 se Indonesia, Selasa (5/1). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pariaman mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Komunikasi Publik Vaksinasi Covid-19 se Indonesia di ruang kantor PPID Kominfo, yang digelar secara Virtual oleh UNICEF melalui zoom meeting, Selasa (5/1).

Rakor ini digelar adalah dengan tujuan untuk menindak lanjuti Peraturan Presiden RI Nomor 99 Tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19. Berdasarkan Perpres tersebut, Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Hk.01.07/Menkes/6573/2020 tentang Tim Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny Gerard Plate mengatakan, demi kelancaran vaksinasi covid-19 ini, maka perlu dilakukan strategi komunikasi publik vaksinasi covid-19, dan dibutuhkan srategi komunikasi publik model AIDA, yaitu Awareness, Interest, Desire, dan Action, agar masyarakat dapat ikut serta dalam program vaksinasi covid-19.

Dalam Rakoor secara virtual ini, Kominfo diminta untuk memberikan informasi ke masyarakat akan pentingnya melakukan vaksinasi ini, demi melindungi kita semua bukan hanya melindungi tenaga kesehatan dan pelayan publik sebagai individu, namun juga melindungi keluarga mereka, keluarga pasien, serta melindungi masyarakat secara luas.

Juru bicara caksin Covid-19 Kementerian Kesehatan dr.Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, "karena pentingnya proses vaksinasi ini, maka pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan vaksin yang aman dan efektif sesuai dengan saran dari ITAGI, WHO, dan para ahli, untuk seluruh masyarakat Indonesia secara cuma-cuma.

"Jadi vaksin bersama ini, penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) dan Penguatan 3T (Tracing, Testing, Treatment) merupakan upaya lengkap dalam menekan penyebaran covid-19 secara efektif", terang dr.Siti Nadia Tarmidzi.

Beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi tenaga kesehatan dan petugas publik dan memprioritaskan mereka untuk menjadi kelompok pertama bersama pemerintah yang akan menerima vaksinasi ini.

Sementara itu mengutip arahan khusus dari Presiden Joko Widodo terkait hal tersebut diatas menyatakan bahwa komunikasi publik terkait vaksinasi Covid-19 harus ditangani dengan sistematis dan searah.

Menurut Jokowi, strategi komunikasi publik hendaknya dirancang dengan baik sehingga mampu menjelaskan secara komprehensif kepada publik perihal manfaat vaksin serta peta jalan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Jokowi berharap ketika komunikasi publik baik maka bisa mengurangi disinformasi dan penyebaran hoax di berbagai platform media di Indonesia. (*)

Komentar