Pariaman Yang Pertama Punya Kampung Qris

Metro-42 hit 16-03-2021 17:22
Wali Kota Genius Umar bersama Direktur Keuangan Bank Nagari, Sania Putra resmikan Kampung Qris di Kota Pariaman, Jumat (26/3). (Dok : Istimewa)
Wali Kota Genius Umar bersama Direktur Keuangan Bank Nagari, Sania Putra resmikan Kampung Qris di Kota Pariaman, Jumat (26/3). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Paraiaman, Arunala -- Kota Pariaman jadi daerah pertama di Sumbar yang memiliki Kampung Quick Response Code Indonesian Standard (Qris). Ini diketahui saat launching Kampung Qris, yang dilakukan Wali Kota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Jumat (26/3).

Program Qris merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code yang dilakukan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

"Hari ini dilaunching Kampung Qris di Los Lambuang, Balai (Pasar, red) Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan. Di pasar ini seluruh pedagang sudah memakai Qris dalam transaksinya, dan ini merupakan yang pertama di Sumbar," ujar Genius Umar dalam peresmian Kampung Qris sekaligus penandatanganan PKS (Perjanjian Kerja Sama) E-Retribusi Pariwisata antara Bank Nagari (BN) dengan Pemko Pariaman hari itu.

Genius Umar mengatakan layanan Qris merupakan sistem aplikasi baru dari PT Bank Pembangunan Daerah Sumbar (Bank Nagari, red). Dimana nasabah dapat melakukan transaksi pembayaran melalui scan Qris yang ada pada Merchant atau penjual produk barang dan jasa yang mempunyai jenis bisnis online ataupun online.

"Kami sangat mengapresiasi upaya Bank Nagari sebagai mitra Pemko Pariaman dalam mewujudkan Kota Pariaman sebagai kota pintar atau smartcity, salah satunya dengan aplikasi Qris, dan langkah ini sangat tepat jika aplikasi ini kami terapkan di Kota Pariaman, dan saya sangat menyambut baik hal ini, karena harus membiasakan bekerja cepat dengan aplikasi pintar yang dapat mempermudah sistem layanan transaksi pembayaran dalam transaksi apapun,", ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengapresiasi peluncuran Smart City yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pariaman. QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

"Kota Pariaman selalu menjadi yang pertama dan terdepan dalah hal peningkatan kinerja dan inovasi daerahnya, dengan selalu berkreatifitas dalam berbagai hal, apalagi Kota Pariaman sebagai kota tujuan wisata, dengan QRIS ini akan sangat membantu dan dapat menjadikan serta mewujudkan Kota Pariaman sebagai Smart City," tukasnya.

Sejak diluncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 lalu, dan berlaku efektif secara nasional mulai 1 Januari 2020, penggunaan QRIS sebagai bagian membudayakan pembayaran non tunai, saat ini semakin diminati oleh memasyarakat, dimana Bank Indonesia menargetkan QRIS di tingkat nasional akan mencapai 12 Juta Merchant, sedangkan untuk Sumatera Barat kita menargetkan sebanyak 131 Ribu Merchant, ulasnya.

"Dengan kondisi pandemi covid-19 dimana masyarakat banyak yang khawatir penularan virus, Qris pun menjadi salah satu pilihan utama dalam melakukan transaksi," tuturnya mengakhiri.

Sementara itu, Direktur Keuangan Bank Nagari, Sania Putra mengatakan bahwa pada era digitalisasi dan industri 4.0 saat ini, pemerintah telah menyatukan transakasi keuangan non tunai melalui QRIS.

"Dengan penerapan QRIS, Bank Nagari membuktikan diri ikut berperan membantu terciptanya ekosistem ekonomi digital dan mensukseskan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang digulirkan pemerintah", jelasnya.

Ia mengungkapkan, Qris Bank Nagari sejak diluncurkan tanggal 12 Maret 2020 yang lalu, Bank Nagari adalah Bank BPD ke dua di indonesia dan pertama di Sumatera untuk implementasi Qris. Sementara untuk Sumbar, Kota Pariaman adalah daerah pertama dari 19 kabupaten kota yang mempunyai Kampung Qris yang berada di Los Lambuang Kuraitaji.

"Empat bulan sejak diluncurkan saja, Qris sudah ada sebanyak 3.000 merchant yang menjadi mitra dan terus tumbuh menjadi 6.700 merchant pada akhir 2020. Total nominal transaksi Qris di akhir 2020, sudah mencapai angka Rp13,9 miliar rupiah, dengan frekuensi rata-rata 20 ribu transaksi per bulan. Pada tahun 2021 ini, Bank Nagari menargetkan akan menambah merchant Qris 11 ribu lagi," tutupnya.

Komentar