Pemko Pariaman Bolehkan Salat Idul Adha di Masjid dan Musala

Metro-41 hit 19-07-2021 20:44
Suasana salat Idul Adha 1439 Hijirah beberapa tahun lalu, meski tahun ini salat Idul Adha tidak diselenggarkan di halaman balaikota Pariaman, namun masyarakat di kota ini bisa laksanakan salat Ied ini di masjid dan musala. (Dok : Istimewa)
Suasana salat Idul Adha 1439 Hijirah beberapa tahun lalu, meski tahun ini salat Idul Adha tidak diselenggarkan di halaman balaikota Pariaman, namun masyarakat di kota ini bisa laksanakan salat Ied ini di masjid dan musala. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala - Pemko Pariaman membolehkan masyarakat melaksanakan salat Idul Adha di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kota itu di masjid atau musala.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan, pemkonya tidak menyelenggarakan salat Idul Adha, terkait status Asessmen Level 4 dan penerapan PPKM Darurat di daerahnya.

"Untuk penyelenggaraan takbiran sampai salat Ied, dari pihak pemko memang tidak menyelenggarakanya, karena saat ini lagi PPKM, tapi masyarakat tetap dibolehkan melaksanakan salat Idul Adha di masjid dan musala yang menyelenggarakan salat Ied, dengan catatan wajib laksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat," kata Genius di Pariaman, Senin (19/7).

Baca Juga

Walaupun dibolehkan, Genius mengingatkan agar pengurus atau panitia salat Idul Adha di masjid dan musala, wajib terapkan prokes ketat dan setiap jamaah yang masuk ke masjid diwajibkan mencuci tangan, menjaga jarak, dan selalu memakai masker.

"Kebijakan penyelenggaran salat Ied di masa PPKM ini, untuk melindungi masyarakat Kota Pariaman dari penyebaran Covid-19, dan juga sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 17 tahun 2021, tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di tempat Ibadah, Malam Takbiran dan Sholat Idul Adha," tuturnya.

Khusus untuk peribadatan di tempat Ibadah, Genius Umar mengacu pada keputusan dan fatwa yang telah dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar yang mengeluarkan Maklumat, Taujihat dan Tausiyah Nomor: 003/MUI-SB/VII/2021.

Dalam maklumat MUI Sumbar tersebut, dijelaskan peniadaan kegiatan ibadah di rumah ibadah tidak bisa disetujui dan diterima, sebagai landasan kebijakan di Sumbar, karena kecilnya potensi terjadinya kerumunan tersebut.

"Bagi jamaah yang tidak ingin datang ke masjid atau musala, juga dibolehkan melaksanakan salat di rumah masing-masing, sesuai arahan MUI Sumbar.

Genius juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha pada seluruh masyarakat Kota Pariaman, dan momentum Idul Adha 1442 H/2021 H kali ini.

"Hendaknya momentuk Idul Adha tahun ini bisa meningkatkan semangat berbagi kepada sesama, serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT," kata Genius Umar.

Komentar