Sekolah Komunitas Lansia Ada di Pariaman

Metro-43 hit 03-07-2021 15:46
Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah saat membuka pelaksanaan sekolah komunikasi lansia di kota itu, Sabtu (3/7). (Dok : Istimewa)
Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah saat membuka pelaksanaan sekolah komunikasi lansia di kota itu, Sabtu (3/7). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Pariaman, Arunala -- Saat ini Kota Pariaman jadi satu-satunya daerah di Sumbar yang terpilih sebagai daerah percontohan untuk sekolah komunitas lansia. Sekolah ini difasilitasi oleh Fakultas Kesehatan Unand Padang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan."

Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Nazifah kepada wartawan di Pariaman Sabtu (3/7).

Nazifah mengungkapkan alasan dipilihnya Pariaman untuk program sekolah komunitas lansia ini adalah, karena lansia di kota ini dianggap mampu, kreatif, dan bersemangat, dalam banyak kegiatan yang dilakukan pemko melalui Dinkes dan DP3AKB.

Baca Juga

"Apalagi di Kota Pariaman juga sudah ada Rumah Lansia tempat mereka melaksanakan kegiatan mereka," kata Nazifah.

Terkait hal itu, pihak dinas ini mengadakan sekolah komunikasi lansia selama tiga hari yang diadakan di balairung rumah dinas walikota, yang diikuti sebanyak 40 orang peserta lansia dari Kecamatan Pariaman Timur, dan minggu depannya lagi untuk kecamatan lainnya yang ada di Kota Pariaman.

"Untuk sekolah semacam ini, kami menghadikan narasumber dari Fakultas Kesehatan Unand Padang dan Dinkes Pariaman. Sebenarnya sekolah ini kami bagi atas empat angkatan per kecamatan," terang Nazifah lagi.

Dia meneruskan, tujuan hadirkannya sekolah komunitas lansia ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku lansia terhadap kesehatan, meningkatkan indeks kebahagian lansia, meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia dan meningkatkan kemandirian dari aspek kesehatan fisik, psikologi, sosial dan spiritual.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini lansia di kota ini bisa memahami bagaimana kesehatan dari lansia itu, dan juga bisa mencerdaskan lansia, karena kalau tidak ada aktivitas, mereka akan cepat pikun dan hilang ingatan, tapi apabila selalu berikan kegiatan kreativitas serta aktivitas yang cocok dengan mereka, tentu saja pikirannya akan aktif dan kreatif, sehingga dia tetap merasa sehat dan semangat," ujar Nazifah.

Komentar